BMKG INGATKAN CUACA EKSRIM Ditpolairud Polda Sumbar “Turun Gunung” Berikan Imbauan

BMKG INGATKAN CUACA EKSRIM 

Ditpolairud Polda Sumbar “Turun Gunung” Berikan Imbauan

Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sepekan ke depan diprediksi turut berdampak terjadinya ombak besar disertai badai di Pantai Padang. Untuk itu petugas Gakkum Ditpolairud Polda Sumbar, menyambangi wisatawan Pantai Padang untuk memberikan imbauan akan potensi bahaya yang mungkin saja terjadi.

Padang, Pionir—Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebenarnya telah mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem di sejumlah provinsi. Potensi cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi pada 3 hingga 10 Oktober 2021 mendatang.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyatakan provinsi yang diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, salah satuya Sumatera Barat (Sumbar). Berikutnya yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah.

Selain itu juga ada Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

BMKG juga mengingatkan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Indonesia hingga seminggu ke depan. 

“MJO, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam keterangan persnya.

Selain itu, fenomena MJO dan gelombang Kelvin bergerak dari arah Samudra Hindia ke arah Samudra Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30-40 hari pada MJO, sedangkan Kelvin skala harian. Sebaliknya, Fenomena Gelombang Rossby bergerak dari arah Samudra Pasifik ke arah Samudra Hindia dengan melewati wilayah Indonesia. 

“Sama halnya seperti MJO maupun Kelvin, ketika gelombang Rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia,” ujar Guswanto. 

Guna menghindari hal-hal tidak diinginkan, semisal terjadinya wisatawan terseret ombak. Kepada wisatawan pantai Padang dihimbau untuk tidak berenang di sepanjang bibir pantai, petugas dari penegakan hukum (Gakkum) Direktorat Polisi Air Dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumbar, menyambangi wisatawan atau pengunjung Pantai Padang untuk memberikan imbauan, pada Sabtu 02 September 2021.

Kanit Patroli Darat Ditpol Airud Polda Sumbar, Iptu.Tusiyat menjelaskan, pihaknya intens melakukan pengawasan dan himbauan kepada wisatawan di sepanjang pesisir Pantai Padang, terutama di akhir pekan atau di hari libur.

“Imbauan tersebut bertujuan untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pengunjung pantai. Terlebih saat ini sepekan ke depan cuaca ekstrem, salah satu dampaknya terjadi ombak besar disertai badai,” jelas Iptu Tusiyat.

Lebih lanjut dikatakannya, guna antitisipasi terjadinya wisatawan terseret ombak disebabkan berenang di bibir Pantai Padang, pihaknya mengimbau agar wisatawan Pantai Padang tidak berenang.

“Karena saat ini, hingga satu pekan ke depan ombak besar sering terjadi akibat cuaca ektsrem,” terang Tusiyat menegaskan.

Ditambahkannya, dalam patroli tersebut, petugas juga mengimbau pengunjung objek wisata terutama orang tua untuk mengawasi anak-anaknya yang bermain pasir.

“Bagi orang tua yang anaknya bermain pasir di bibir pantai, jangan sampai lengah dan apalagi lepas dari pengawasan. Sebab, keselamatan anak jadi ancamannya,” imbuhnya

Terakhir, disebutkan Iptu.Tusiyat, agar imbauan bisa didengar oleh banyak orang, petugas menggunakan pengeras suara dan memberikan imbauan dengan cara mobile.

“Selain himbauan untuk tidak berenang, petugas juga mewanti-wanti pengunjung Pantai Padang untuk tetap patuh protokol kesehatan,” pungkas Tusiyat. (Firman Sikumbang)


Post a Comment

0 Comments