Di Pariaman Masih Tersua Siswa Bolos Belajar

Di Pariaman Masih Tersua Siswa Bolos Belajar

Pariaman Kota, Pionir—Fenomena anak bolos sekolah bukanlah “penampakan” baru dalam dunia pendidikan. Perilaku ini sudah sangat populer dari sekolah dasar sampai sekolah tingkat menengah atas. 

Berdasarkan survei, ada banyak faktor yang menyebabkan siswa bolos sekolah, salah satunya karena mereka tidak mau mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak disukainya, atau karena tidak suka pada salah satu guru, atau membolos karena diajak/mengikuti teman. 

Pengamat pendidikan Dr.Ristapawa Indra, M.Pd, yang juga merupakan Plt Ketua STKIP PGRI Sumbar menyebut, penyebab siswa membolos dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. 

Faktor internal kata dia, adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang dipengaruhi dari luar siswa, misalnya, Faktor keluarga. 

“Kadang, orangtua tidak memperbolehkan anaknya masuk sekolah untuk suatu alasan tertentu misalkan kakaknya sakit, sementara kedua orang tuanya harus pergi bekerja mencari nafkah. Untuk menemani kakaknya tersebut maka adiknya terpaksa tidak masuk sekolah,” kata pria yang akrab disapa Pak In ini. 

Faktor berikutnya kata dia, adalah kurangnya kepercayaan diri. Sering rasa kurang percaya diri menjadi penghambat segala aktifitas. 

“Faktor utama penghalang kesuksesan ialah kurangnya rasa percaya diri. Ia mematikan kreatifitas siswa. Meskipun begitu banyak ide dan kecerdasan yang dimiliki siswa, tetapi jika tidak berani atau merasa tidak mampu untuk melakukannya sama saja percuma,” ujar putra asli Pesisir Selatan ini.

Ia pun mengatakan, perasaan diri tidak mampu dan takut akan selalu gagal membuat siswa tidak percaya diri dengan segala yang dilakukannya. 

“Ia tidak ingin malu, merasa tidak berharga, serta dicemooh sebagai akibat dari kegagalan tersebut. Perasaan rendah diri tidak selalu muncul pada setiap mata pelajaran. Terkadang ia merasa tidak mampu dengan mata pelajaran matematika, tetapi ia mampu pada mata pelajaran biologi. Pada mata pelajaran yang ia tidak suka, ia cenderung berusaha untuk menghindarinya, sehingga ia akan pilih-pilih jika akan masuk sekolah,” ujar lulusan doktor Universiti Teknologi Malaysia (UTM) ini.

Sementara itu kata Ristapawa menambahkan, siswa tersebut tidak menyadari bahwa dengan tidak masuk sekolah justru membuat dirinya ketinggalan materi pelajaran. 

Kapolsek Kota Pariaman temukan siswa bolos

Ternyata fenomena siswa bolos sekolah tidak hanya terjadi di kota-kota besar, namun fakta itu terjadi di Kota Pariaman yang memiliki luas wilayah 73,36 km2, dengan panjang garis pantai 12,00 km dan luas daratan setara dengan 0,17%.

Fakta siswa bolos sekolah itu ditemukan Kapolsek Kota Pariaman AKP Edikaran Prianto, SH, MH di sebuah warung di Desa Kaluat sekitar jam 11.30 WIB, Senin (4/10/2021).

Edikaran memerintahkan Bhabinkamtibmas Polsek Kota Pariaman Aipda Adel untuk melakukan teguran kepada beberapa siswa pria berseragam putih abu-abu, karena mereka membolos saat jam pelajaran. 

Selain teguran, Bhabinkamtibmas Aipda Adel juga memberikan arahan agar para siswa SMK Negeri 1 Pariaman itu lebih baik mengutamakan pendidikan dan menuntut ilmu di sekolah, daripada membolos. 

"Pendidikan di zaman seperti sekarang ini sangatlah penting. Dengan pendidikan kita bisa meraih masa depan lebih baik di masa datang. Jika adik-adik sering bolos sekolah, maka adik-adik akan ketinggalan ilmu pengetahuan dibanding teman-teman yang rajin datang ke sekolah," tutur Aipda Adel dihadapan para siswa tersebut. 

Untuk itu, Aipda Adel meminta para siswa berjanji agar tidak lagi mengulangi perbuatan membolos. Terlebih lagi, agar para siswa tidak berkumpul di sebuah warung selama jam pelajaran. Karena hal itu, justeru lebih banyak negatifnya dari pada positifnya.

"Sebagai generasi penerus bangsa kelak, alangkah baiknya jika adik-adik lebih tekun dalam belajar. Ingat pula orangtua yang sudah bersusah payah dalam membiayai pendidikan adik-adik sekalian. 

Alangkah sedihnya hati orangtua adik-adik, jika mereka melihat anaknya malah berkumpul di sebuah warung bukan menuntut ilmu ketika jam pelajaran. Apalagi kondisi berkumpul seperti ini, rentan terhadap gangguan Kamtibmas," tegas Aipda Adel. 

Bhabinkamtibmas ini juga tak lupa memberikan imbauan dan ajakan agar para siswa mematuhi protokol (prokes) Covid-19. Apalagi, tak satu pun dari para siswa SMK itu menerapkan prokes sebagaimana anjuran pemerintah. 

"Adik-adik sekalian agar selalu mematuhi prokes dengan menerapkan 3M, yakni menggunakan masker setiap melakukan aktifitas di luar rumah, jaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan bersih untuk mencegah penularan virus Covid-19," tukasnya. (Firman Sikumbang)


Post a Comment

0 Comments