Debit Sungai Meninggi, Firman Sikumbang Turun Tangan Dampingi Warga Lambung Bukit Cari Solusi

iklan adsense

Debit Sungai Meninggi, Firman Sikumbang Turun Tangan Dampingi Warga Lambung Bukit Cari Solusi

Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang bersama tokoh masyarakat Kelurahan Lambung Bukit (Doc. LAN)


Padang, Pionir--Kekhawatiran warga Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, kian memuncak seiring hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut tanpa henti. 

Pasca bencana banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu, kondisi sungai di kawasan itu dinilai semakin mengkhawatirkan karena debit air kembali meninggi dan aliran sungai berubah arah mendekati permukiman warga.

Situasi ini membuat warga hidup dalam kecemasan, terutama mereka yang bermukim di bantaran sungai. Setiap hujan turun, air sungai terus meluap, menggerus tebing, dan berpotensi mengancam keselamatan rumah warga.

Tokoh masyarakat Kelurahan Lambung Bukit, Sanusi, mengungkapkan bahwa penyebab utama kondisi tersebut adalah pendangkalan sungai akibat material lumpur, kayu, dan bebatuan yang terbawa banjir bandang sebelumnya. 

Bahkan, banjir tersebut telah menciptakan aliran sungai baru yang mengarah langsung ke kawasan pemukiman.

“Sejak banjir bandang itu, aliran sungai tidak lagi seperti semula. Sungai menjadi dangkal dan air mencari jalur baru ke arah rumah warga. Jika hujan tidak reda, sangat dikhawatirkan tebing akan terus terkikis dan rumah warga bisa hanyut,” ujar Sanusi kepada Pionir, Selasa malam (13/1/2025).

Melihat kondisi yang semakin darurat, warga bersama pihak kelurahan tidak tinggal diam. Mereka kemudian berinisiatif mencari dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dengan menjalin koordinasi bersama Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang.

Firman Sikumbang dinilai memiliki kepedulian kuat terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan di Sumatera Barat, termasuk persoalan kebencanaan yang dihadapi masyarakat. Kehadirannya di tengah warga Lambung Bukit memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini merasa cemas dan belum mendapatkan penanganan maksimal.

“Untuk mendatangkan alat berat, kami berkoordinasi dengan Pak Firman Sikumbang. Beliau sangat responsif dan bersedia membantu memperjuangkan aspirasi warga agar segera mendapat perhatian dari pemerintah,” kata Sanusi.

Menurut Sanusi, peran Firman Sikumbang bukan hanya sebatas koordinasi, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah daerah agar penanganan dapat segera dilakukan. Warga sangat membutuhkan alat berat untuk mengembalikan aliran sungai ke jalur semula dan membersihkan material yang menyumbat aliran air.

“Saat ini yang paling kami butuhkan adalah alat berat. Tanpa itu, sungai akan terus meluap dan membahayakan warga,” tegasnya.

Firman Sikumbang sendiri menegaskan komitmennya untuk terus berada bersama masyarakat Lambung Bukit dalam menghadapi ancaman bencana tersebut. Ia menyatakan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dan pemerintah perlu hadir secara nyata di tengah kondisi darurat seperti ini.

“Kita tidak bisa menunggu sampai ada korban. Sungai harus segera ditangani agar tidak menimbulkan bencana susulan. Saya akan terus berkoordinasi dan mendorong pihak terkait agar alat berat segera diturunkan,” ujar Firman Sikumbang.

Warga Lambung Bukit berharap, dengan keterlibatan langsung Firman Sikumbang, langkah konkret dari pemerintah dapat segera terwujud. 

Mereka berharap normalisasi sungai dapat dilakukan secepatnya guna menghindari ancaman banjir bandang lanjutan yang bisa menimbulkan kerugian lebih besar.

“Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan. Kehadiran Pak Firman memberi kami semangat dan keyakinan bahwa masalah ini tidak diabaikan,” tutup Sanusi. (Boby)



iklan adsense

Post a Comment

0 Comments