Firman Sikumbang Terdiam Mendengar Isak Tangis Pengungsi di Lambung Bukit
Saat itu Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat medengar isak tangis lirih yang mengoyak suasana
Tangisan itu bukan sekadar suara latar. Ia terdengar jelas, menembus hiruk-pikuk warga dan relawan yang berkerumun menyambut kedatangan Firman Sikumbang.
Dari pelupuk telinga, rintihan itu mengarahkan perhatian ke sebuah sudut masjid yang berada tak jauh dari lokasi.
Masjid tersebut kini menjelma menjadi tempat pengungsian darurat. Di sanalah puluhan warga bertahan, menghabiskan malam dengan beralas tikar seadanya, menyimpan duka akibat rumah yang rusak dan kehidupan yang seketika berubah.
Tangisan yang terdengar berasal dari dalam masjid, ruang suci yang kini menjadi saksi kepedihan warga Lambung Bukit.
Firman Sikumbang tampak beberapa saat berdiri dalam diam, menyimak kondisi para pengungsi. Kunjungan itu bukan sekadar agenda organisasi, melainkan wujud empati di tengah duka yang masih membekas.
“Ya, ada puluhan warga yang menginap di dalam masjid ini,” ujar Sanusi, salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Lambung Bukit, kepada Pionir.
Menurutnya, masjid menjadi pilihan utama warga karena dianggap paling aman di tengah keterbatasan.
Di Lambung Bukit, kehadiran Firman Sikumbang dan tim LAN Sumatera Barat menjadi secercah perhatian di tengah kesedihan. Isak tangis warga hari itu bukan hanya tentang kehilangan harta, tetapi juga tentang harapan agar mereka tidak dibiarkan menghadapi bencana sendirian. (Boby)


0 Comments