Ikhtiar LAN Sumbar Melawan Narkotika di Kanagarian Batang Barus Kabupaten Solok

iklan adsense

Ikhtiar LAN Sumbar Melawan Narkotika di Kanagarian Batang Barus Kabupaten Solok



Arosuka, Pionir
--Di Kabupaten Solok, nagari selama ini dikenal bukan sekadar wilayah administratif. Ia adalah tempat adat dan syarak berpijak, tempat anak kemenakan dibesarkan dengan petuah dan teladan. Namun hari ini, ketenangan itu tak lagi sepenuhnya utuh. Di balik sawah yang menghijau dan surau yang berdiri tegak, ancaman narkotika perlahan merayap, menggerogoti sendi kehidupan.

Kegelisahan itulah yang mengiringi langkah Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, saat bersilaturahmi ke Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok, Selasa, 13 Januari 2025. 

Bersama Wakil Ketua III LAN Sumbar, Risman, SH, dan Afrialdi Masbiran tim P4GN LAN Sumbar, Firman datang bukan membawa janji, melainkan ajakan untuk bersama-sama menjaga masa depan anak negeri.

Silaturahmi dengan Walinagari Batang Barus, Defni Kelana Putra, SAP, berlangsung sederhana namun sarat makna. Percakapan demi percakapan mengalir dalam suasana kekeluargaan, membahas satu persoalan yang kini menjadi kekhawatiran bersama, narkotika yang mulai menyasar generasi muda, generasi sebagai penerus bangsa.

Dalam pertemuan itu, Firman Sikumbang menyampaikan ajakan tegas namun penuh empati. Menurutnya, pemerintahan nagari harus menjadi garda terdepan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). 

Sosialisasi bahaya narkotika, kata dia, tak cukup hanya dilakukan di ruang-ruang formal, tetapi harus menyentuh langsung masyarakat di lapau, di surau, dan di rumah-rumah warga.

“Pemerintahan nagari adalah benteng pertama. Kalau nagari kita kuat, maka anak-anak kita punya perlindungan yang nyata dari bahaya narkotika,” ujar Firman.

Data yang ia paparkan menjadi alarm keras bagi semua pihak. Berdasarkan data BNK Kabupaten Solok, dari 74 nagari yang ada, sebanyak 28 nagari telah ditetapkan sebagai zona merah peredaran narkotika. 

Angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada cerita anak muda yang kehilangan arah, keluarga yang terluka, dan masa depan yang terancam.

Firman mengaku prihatin. Kabupaten Solok, yang selama ini dikenal memegang teguh filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, kini dihadapkan pada tantangan besar. 

Nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun perlahan diuji oleh peredaran narkotika yang semakin masif dan menyasar hingga ke pelosok nagari.

“Ini menyakitkan hati kita bersama. Kabupaten Solok yang religius dan beradat kuat, kini tergerus oleh narkotika. Kalau kita diam, generasi di nagari akan menjadi korban,” tegasnya.

Walinagari Batang Barus, Defni Kelana Putra, menyambut ajakan tersebut dengan sikap terbuka. Ia menyadari bahwa persoalan narkotika bukan sekadar urusan aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, pemerintah, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan pemuda sebagai parik paga nagari.

Menurutnya, sinergi dengan LAN Sumatera Barat menjadi langkah penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran gelap narkotika.

Silaturahmi itu pun menjadi lebih dari sekadar pertemuan. Ia menjelma sebagai ikhtiar awal, sebagai pengingat bahwa perang melawan narkotika harus dimulai dari akar, dari nagari, dari keluarga, dan dari kesadaran kolektif.

Di Batang Barus, langkah kecil itu telah diayunkan. Di tengah ancaman yang kian nyata, harapan kembali disemai agar pemerintahan nagari tetap berdiri tegak, adat tetap hidup, dan generasi muda Kabupaten Solok tumbuh tanpa bayang-bayang narkotika, ujarnya (Boby)



iklan adsense

Post a Comment

0 Comments