Ketika Sedekah Memilih Jalan Sunyi

iklan adsense

Ketika Sedekah Memilih Jalan Sunyi. 

H. Arizal Aziz dan Cahaya Kebaikan Bagi Masyarakat Batang Anai


Padang Pariaman, Pionir — Tidak semua kebaikan perlu disuarakan. Sebagian justru menemukan kemuliaannya ketika dikerjakan dalam diam, tanpa sorotan, tanpa tuntutan pengakuan. 

Di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, prinsip itu hidup dalam keseharian H. Arizal Aziz, sosok dermawan yang lebih memilih amal daripada panggung.

Bagi masyarakat Korong Kasai, Perumahan Bumi Kasai Permai, Nagari Kasang, nama Arizal Aziz bukan sekadar dikenal, tetapi didoakan. Ia hadir dalam ingatan warga sebagai penolong yang datang tepat waktu, terutama saat kehidupan berada di titik paling rapuh.

Salah satu peristiwa yang masih membekas ketika hujan deras mengguyur Batang Anai. Dalam waktu kurang dari dua jam, Perumahan Bumi Kasai Permai terendam banjir. Kepanikan menyelimuti warga. Rumah-rumah tergenang, harta benda hanyut, dan banyak keluarga hanya bisa pasrah.

Di tengah kondisi itu, Arizal Aziz hadir membantu warga, tanpa publikasi, tanpa soroton kamera.

“Beliau tidak banyak bicara, tapi selalu ada ketika kami membutuhkan,” ujar Joni Koto, warga setempat, saat berbincang dengan Pionir, Kamis (15/1/2026). 

Kesaksian serupa disampaikan Azwir, warga lainnya, yang menyebut kepedulian itu telah dirasakan masyarakat sejak lama.

Kepedulian Arizal Aziz bukanlah respons sesaat, melainkan bagian dari prinsip hidup yang berakar pada nilai keimanan. Melalui Indah Cargo Logistik, perusahaan yang ia kelola, ia menetapkan kebijakan yang jarang ditemui, 60 persen keuntungan perusahaan disalurkan untuk anak yatim dan fakir miskin, sementara 40 persen digunakan untuk operasional perusahaan.

Baginya, rezeki bukan sekadar hasil kerja keras manusia, melainkan amanah Allah SWT yang harus ditunaikan hak-haknya. Keyakinan itu pula yang mendorongnya menyumbangkan 21 unit ambulans untuk masyarakat Sumatera Barat.

Seluruh ambulans tersebut beroperasi secara gratis, melayani siapa saja yang membutuhkan, tanpa syarat dan tanpa pungutan.

“Ambulans itu benar-benar gratis. Untuk siapa pun yang membutuhkan,” kata Joni Koto.

Di tengah zaman yang kerap memamerkan amal, Arizal Aziz justru memilih jalan sunyi. Ia seolah mempraktikkan pesan Al-Qur’an bahwa sedekah yang disembunyikan lebih dekat kepada keikhlasan, lebih jujur di hadapan Tuhan.

Bagi masyarakat Batang Anai, Arizal Aziz bukan sekadar pengusaha atau tokoh lokal. Ia adalah pengingat bahwa iman tidak cukup diucapkan, tetapi harus dikerjakan. Bahwa dakwah sosial dapat hidup melalui tindakan nyata,katanya

Di halaman depan media nasional, namanya mungkin jarang muncul. Namun di rumah-rumah sederhana, di ambulans yang melaju membawa harapan, dan dalam doa anak-anak yatim serta fakir miskin, nama H. Arizal Aziz telah lama menjadi tajuk utama. (Firman Sikumbang)


iklan adsense

Post a Comment

0 Comments