Tiga Tokoh yang Ditakuti Kartel Narkotika di Sumatera Barat

iklan adsense

Tiga Tokoh yang Ditakuti Kartel Narkotika di Sumatera Barat


Padang, Pionir---Perdagangan narkotika ilegal telah lama menjadi salah satu ancaman terbesar bagi keamanan dan masa depan generasi bangsa. Bakan, Jaringan narkotika, memanfaatkan celah hukum, ekonomi, dan sosial, serta kerap menyandarkan operasinya pada kekerasan dan intimidasi. 

Di Sumatera Barat, ancaman itu bukan sekadar isu nasional, melainkan kenyataan yang berhadapan langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput.

Di tengah kompleksitas tersebut, muncul tiga figur yang dikenal konsisten dan tegas dalam melawan peredaran narkotika. Ketiganya bukan hanya bekerja di balik meja, tetapi terjun langsung membangun kesadaran publik, memperkuat jaringan pencegahan, dan berani berdiri di garis depan menghadapi risiko. 

Mereka adalah Firman Sikumbang, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Risman, SH, Wakil Ketua III LAN Provinsi Sumatera Barat, serta Afriadi Masbira, SH, M.Hum, Ketua LAN Kota Padang.

Firman Sikumbang dikenal luas sebagai figur yang mendorong pendekatan komprehensif dalam pemberantasan narkotika. Di bawah kepemimpinannya, LAN Sumatera Barat tidak hanya menitik beratkan pada aspek penindakan, tetapi juga pada pencegahan berbasis keluarga, pendidikan, dan komunitas adat. 

Ia kerap menegaskan bahwa perang melawan narkotika tidak akan pernah dimenangkan jika hanya mengandalkan aparat penegak hukum. “Narkotika ini musuh bersama. Kalau masyarakat tidak dilibatkan, jaringan akan selalu menemukan cara untuk hidup,” ujarnya.

Pendekatan tersebut membuat kerja LAN Sumatera Barat menjadi lebih sistematis dan berkelanjutan. Program sosialisasi masuk ke sekolah, kampus, rumah ibadah, hingga komunitas pemuda. Bagi jaringan narkotika, model kerja seperti ini dianggap berbahaya karena memutus mata rantai pasar sejak dini, sesuatu yang tidak bisa dilawan dengan uang maupun ancaman.

Di sisi lain, Risman, SH, sebagai Wakil Ketua III LAN Provinsi Sumatera Barat, memainkan peran penting dalam penguatan advokasi dan koordinasi lapangan. Dengan latar belakang hukum, Risman aktif mendorong sinergi antara masyarakat sipil dan institusi negara. 

Ia sering turun langsung mendampingi kegiatan pencegahan, sekaligus mengingatkan publik akan konsekuensi hukum dari penyalahgunaan narkotika.

Menurut Risman, ketakutan terbesar kartel narkotika bukanlah operasi sesaat, melainkan konsistensi. “Mereka kuat karena jaringan dan ketakutan. Tapi ketika masyarakat berani bicara dan aparat konsisten, kekuatan itu runtuh,” kata Risman. 

Pandangan ini tercermin dari upayanya membangun jejaring relawan anti narkotika di berbagai daerah di Sumatera Barat.

Sementara itu, di tingkat daerah, Afriadi Masbiran, SH, M.Hum, Ketua LAN Kota Padang, menjadi sosok yang tak jarang berhadapan langsung dengan realitas paling keras peredaran narkotika. Kota Padang sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial memiliki tantangan tersendiri. 

Afriadi menekankan pentingnya deteksi dini dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari RT/RW, tokoh adat, hingga pemuda. Ia melihat bahwa narkotika bukan hanya persoalan hukum, tetapi persoalan masa depan kota. “Kalau narkotika dibiarkan, yang hancur bukan hanya individu, tapi tatanan sosial kita,” ujarnya. 

Di bawah kepemimpinannya, LAN Kota Padang aktif menginisiasi dialog publik, kampanye edukatif, serta penguatan peran keluarga sebagai benteng pertama.

Keberanian dan konsistensi tiga tokoh ini menjadikan mereka figur yang diperhitungkan, bahkan ditakuti oleh jaringan narkotika. Bukan karena kekuasaan atau senjata, melainkan karena kerja senyap yang menggerus ruang gerak kartel dari dalam masyarakat itu sendiri.

Di Sumatera Barat, perlawanan terhadap narkorika perlahan menemukan wajahnya, tegas, kolektif, dan berakar pada nilai sosial. 

Selama masih ada figur-figur yang bersedia berdiri di garis depan seperti Firman Sikumbang, Risman, dan Afriadi Masbiran, harapan untuk memutus mata rantai narkoba di Ranah Minang semakin menyala,(tim)


iklan adsense

Post a Comment

0 Comments