Angku Uban, Panutan yang Tidak Pernah Tua

iklan adsense

Angku Uban, Panutan yang Tidak Pernah Tua


DHAMAR SHAKER, PIONIR--Febriansyah Fahlevi Lewi, yang akrab dipanggil Angku Uban, telah pergi meninggalkan kita, namun jejak kebaikan dan ketulusannya tetap bersinar. Dalam kesehariannya, ia adalah redaktur pelaksana Majalah Tribrata Polda Sumbar, wartawan yang menorehkan karya di Tabloid Publik, Harian Khazanah, Antara, dan berbagai media daring lainnya. 

Di balik layar beberapa media mingguan di Sumatera Barat, Angku Uban tetap diam-diam berkarya, tanpa pamrih, tanpa sorak pujian. Lebih dari itu, ia mengabdikan diri sebagai Sekretaris Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, berjuang memerangi narkotika dengan hati yang tulus dan langkah yang tegas.

Angku Uban adalah sosok yang memberi tanpa mengharap kembali. Ketulusan hatinya tampak sederhana, namun begitu dalam maknanya. Saat ajal menjemput, Allah memperlihatkan kemuliaan hidupnya kepada kita semua. Keranda yang dibawa terasa ringan, jasadnya bagaikan kapas saat dimasukkan ke liang kubur, dan kuburnya tampak lapang dan bersih, seolah alam pun menghormati keikhlasan hidupnya.

Ia tidak pernah mengenal kesombongan atau ego. Dalam tutur kata, langkah, dan senyumnya, Angku Uban mengajarkan kita tentang kesederhanaan yang memikat, keteguhan yang menenangkan, dan pengabdian yang menyejukkan. Ia bukan sekadar wartawan atau aktivis, tapi panutan bagi siapa saja yang ingin hidup dengan hati yang bersih.

Ketika kita mengenangnya, bukan sekadar untuk meratapi kehilangan, tetapi untuk meneladani. Bahwa ketulusan yang diam-diam dilakukan, amal yang dikerjakan dengan hati ikhlas, akan selalu mendapatkan balasan dari-Nya. Semoga segala amal ibadah Angku Uban diterima Allah SWT, segala khilafnya diampuni, dan ia ditempatkan di surga-Nya yang paling indah.

Angku Uban telah pergi, tapi cahaya ketulusannya tetap membimbing kita. Dalam setiap tulisan, setiap pengabdian, dan setiap senyum yang ia tinggalkan, kita diajak untuk meneladani satu hal yang sederhana namun agung, memberi dari hati, tanpa pamrih, untuk kebaikan dunia dan akhirat, Alfatiah untuk angku Uban. (Firman Sikumbang)


iklan adsense

Post a Comment

0 Comments