Bentengi Pelajar dari Narkotika, LAN Sumbar Kewalahan Layani Permintaan Sekolah

iklan adsense

Bentengi Pelajar dari Narkotika, LAN Sumbar Kewalahan Layani Permintaan Sekolah



PADANG, PIONIR----'Permintaan sosialisasi dan penyuluhan bahaya narkotika ke sekolah-sekolah di Sumatera Barat meningkat drastis dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan ini dipicu oleh kekhawatiran serius terhadap meningkatnya kasus penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dan remaja.

Kekuatiran itu bukan tanpa alasan, berdasarkan data terbaru dari Polda Sumbar, sepanjang Januari hingga April 2025 tercatat 388 kasus tindak pidana narkotika dengan 499 tersangka, terdiri dari 479 laki-laki dan 20 perempuan. Para tersangka berasal dari beragam latar belakang, mulai dari masyarakat umum, pelajar, hingga oknum aparat, yang menunjukkan luasnya jangkauan peredaran gelap narkotika di Sumatera Barat.

Sepanjang 2025, sejumlah pengungkapan besar juga dilakukan. Pada September 2025, aparat memusnahkan barang bukti berupa 40 kilogram ganja dan ribuan pil ekstasi. Dalam kurun Juli–Agustus 2025, disita lebih dari 50 kilogram sabu dan 49 kilogram ganja. Memasuki awal 2026, pengungkapan masih terus berlangsung, termasuk pemusnahan 8,01 kilogram sabu dan 262,06 kilogram ganja dari 11 kasus berbeda.

Di tengah situasi tersebut, Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat mengintensifkan kegiatan sosialisasi ke berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP hingga SMA/SMK sederajat, sebagai langkah memutus rantai penyebaran narkotika di kalangan generasi muda.

Ketua Lembaga Anti Narkotika Firman Sikumbang, menyebut lonjakan kasus dipengaruhi kemudahan akses terhadap pengedaran narkotika, lemahnya pengawasan, serta kuatnya pengaruh lingkungan yang menjadi faktor risiko tertinggi bagi remaja. Menurutnya, kegiatan sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai bahaya narkotika, membentuk sikap anti-narkotika sejak dini, serta melatih siswa berani menolak ajakan menggunakan narkotika. Kata Firman, metode yang digunakan tidak hanya ceramah, tetapi juga dialog interaktif, diskusi kelompok, hingga simulasi penolakan.

Tingginya permintaan sosialisasi dari pihak sekolah, lanjutnya, menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan pencegahan narkoba sebagai upaya melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Permintaan tersebut datang dari berbagai sekolah di beragam jenjang pendidikan. Firman mencontohkan sejumlah sekolah lanjutan atas di Kabupaten Pesisir Selatan, Agam, dan Kabupaten Solok yang telah mengajukan permohonan kegiatan sosialisasi. Namun karena agenda kegiatan telah disusun sejak satu bulan sebelumnya, pihak sekolah terpaksa harus menunggu giliran pelaksanaan.

“Permintaan para kepala sekolah itu, insya Allah akan kita penuhi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Lembaga Anti Narkotika Sumatera Barat terus memperkuat Tim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) guna menjawab tingginya kebutuhan sosialisasi dari satuan pendidikan. Penguatan ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas tim, perluasan jangkauan wilayah kerja, serta penjadwalan ulang kegiatan agar seluruh permintaan dapat terlayani secara bertahap.

Langkah ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat upaya pencegahan berbasis pendidikan sebagai benteng utama melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika di Sumatera Barat, tuturnya (Boby)


iklan adsense

Post a Comment

0 Comments