BERSATU DALAM KEBERAGAMAN, LAWAN NARKOTIKA

iklan adsense

BERSATU DALAM KEBERAGAMAN, LAWAN NARKOTIKA

Sinergi Lintas Etnis Menuju Padang Juara


PADANG, PIONIR--Semangat persatuan lintas budaya kembali digaungkan di Kota Padang. Ketua Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Sumatera Barat, Togi Tobing, bersama Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, berdiskusi merampungkan  kegiatan sosialisasi etnis lintas budaya, Selasa (24/2/2026).

Pertemuan  yang digelar di Pangeran City tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris KMDT Sumbar, Laut Manurung. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi antar komunitas, melainkan langkah strategis dalam membangun konsolidasi besar lintas etnis untuk menghadapi ancaman serius penyalahgunaan narkotika yang menyasar generasi muda.

Dalam rapat/diskusi itu, di tetapkan kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkotika yang akan digelar pada 8 Maret 2026 di Palanta Rumah Dinas Walikota Padang. Kegiatan tersebut mengusung visi dan misi Walikota Padang dan Wakil Walikota Padang, yakni Padang Juara, dengan tema, “Padang Bersatu, Satu Tujuan dalam Keberagaman, Generasi Multi Etnis Hidup Tanpa Narkotika.”

Sebanyak 20 kelompok etnis dan organisasi lintas agama dijadwalkan ambil bagian. Di antaranya Batak, Minang, Nias, Tionghoa, Mentawai, Flobamora (Indonesia Timur), Sunda, Jawa, Aceh, India, Palembang, serta organisasi kepemudaan dan lintas iman seperti GMKI, PMKRI, GN Budis, GN Hindu, GN Konghucu, GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), Pemuda Katolik, pemuda gereja-gereja se-Kota Padang, hingga Madrasah Aliyah Negeri se-Kota Padang.

Keikutsertaan berbagai elemen ini menjadi simbol kuat bahwa perlawanan terhadap narkotika tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi sosial yang melampaui sekat suku, agama, dan budaya.

Ketua LAN Sumbar, Firman Sikumbang, menegaskan bahwa pendekatan lintas etnis adalah strategi kultural yang efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

“Kita ingin keberagaman di Kota Padang menjadi kekuatan bersama. Ketika seluruh elemen masyarakat bersatu, ruang gerak narkotika akan semakin sempit. Ini bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab moral seluruh masyarakat,” tegas Firman.

Menurutnya, generasi muda multi etnis harus menjadi agen perubahan. Dengan semangat kebersamaan dan persatuan, mereka diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, serta bebas dari pengaruh narkotika.

Sementara itu, Togi Tobing menyampaikan bahwa KMDT Sumbar siap menjadi penghubung dan penguat solidaritas antar komunitas etnis dalam mendukung program Pemerintah Kota Padang. Ia menilai, keberagaman yang terkelola dengan baik akan melahirkan energi sosial yang besar untuk kemajuan daerah.

“Kita ingin membuktikan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi fondasi untuk saling menguatkan,” ujarnya.

Kegiatan yang akan digelar pada 8 Maret mendatang diharapkan menjadi momentum kebangkitan solidaritas lintas etnis di Kota Padang. Sebuah gerakan bersama yang menegaskan bahwa dalam keberagaman, masyarakat Padang tetap satu tujuan, menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika, dan mewujudkan Padang Juara yang inklusif, harmonis, dan berdaya saing, tukasya ( Boby)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments