Derap Pagi Para Penjaga Ketertiban

iklan adsense

Derap Pagi Para Penjaga Ketertiban


PADANG, PIONIR---Pagi baru saja merekah di pesisir Padang ketika barisan itu mulai bergerak. Langkah-langkah teratur memecah sunyi, menyatu dengan hembusan angin laut yang masih menyimpan sisa dingin nya malam. Di tengah suasana yang tenang, puluhan Bintara Remaja Samapta Polda Sumatera Barat menjalani rutinitas yang tak banyak terlihat, tetapi penting bagi denyut kesiapsiagaan sebuah tugas.

Di lingkungan Direktorat Samapta Polda Sumatera Barat, olahraga pagi bukan sekadar aktivitas pengisi waktu. Ia menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan menjaga kebugaran tubuh, menata ketahanan mental, sekaligus merawat disiplin kolektif yang kelak dibutuhkan di lapangan tugas.

Gerak dimulai dengan lari menyusuri Jalan Samudra Taplau. Dari sana barisan berlanjut ke Jalan Raya A. Yani, melintas di depan markas kepolisian daerah, kemudian menuju Jalan Jaksa Agung Soeprapto sebelum kembali ke Barak Dalmas Lolong. Rute yang ditempuh berulang menghadirkan irama latihan yang konsisten; dalam pengulangan itulah ketahanan dibentuk secara perlahan namun pasti.

Olahraga dilanjutkan dengan senam dan latihan kekuatan. Hitungan komando terdengar tegas tetapi terukur, memastikan setiap gerakan efektif sekaligus aman bagi seluruh anggota. Kepemimpinan lapangan menegaskan bahwa pembinaan fisik berjalan seiring dengan penanaman nilai tanggung jawab, disiplin, dan kebersamaan.

Kasubdit Dalmas Direktorat Samapta Polda Sumbar, Kompol Maman Rosadi, menilai rutinitas olahraga pagi menjadi fondasi penting dalam membangun kesiapan personel. Menurutnya, stamina yang terjaga dan mental yang terlatih merupakan bekal utama bagi anggota Samapta dalam menjalankan tugas pelayanan, pengamanan, hingga respons cepat terhadap situasi darurat di tengah masyarakat.

Bagi para bintara remaja, keringat pagi adalah bagian dari proses belajar. Mereka tidak hanya melatih otot, tetapi juga kesabaran, ketekunan, serta kemampuan bergerak dalam satu irama komando. Ikatan yang tumbuh di sela latihan kerap menjadi fondasi ketika mereka harus bertindak cepat di lapangan dengan ketegasan sekaligus ketenangan.

Menjelang matahari meninggi, ritme latihan perlahan ditutup. Pendinginan dilakukan sederhana, barisan kembali rapi, dan suasana hening sesaat menggantikan derap langkah yang sebelumnya terdengar. Tidak ada seremoni khusus, hanya kesadaran bahwa kesiapan dibangun dari rutinitas yang dijalani secara konsisten.

Kegiatan ini akan terus berulang setiap sore, mungkin tanpa sorotan luas. Namun justru dari proses yang sunyi itulah daya tahan institusi dirawat. Ketika masyarakat membutuhkan rasa aman, kesiapan yang ditempa sejak fajar menjadi jawaban, (Boby)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments