Disiplin di Ujung Senja, Menjaga Marwah Merah Putih

iklan adsense

Disiplin di Ujung Senja, Menjaga Marwah Merah Putih

Prosesi penurunan Bendera Merah Putih di Mapolda Sumbar


PADANG, PIONIR---Langit Kota Padang mulai gelap ketika personel Subbag Pamkolsik Yanma Polda Sumbar siap melaksanakan prosesi penurunan Bendera Merah Putih di halaman Mapolda Sumbar, Jumat sore, (27/2/2026).

Dalam formasi rapi dan sikap sempurna, mereka bersiap melaksanakan prosesi rutin penurunan Bendera Merah Putih.

Komando terdengar tegas memecah keheningan. Bendera perlahan diturunkan dengan gerakan terukur, penuh penghormatan. Tak ada gerakan yang sia-sia. Setiap langkah, setiap lipatan kain merah dan putih itu dilakukan sesuai tata upacara yang berlaku. Setelah sampai di tangan petugas, bendera dilipat rapi, lalu diamankan dengan penuh kehati-hatian.

Bagi personel Subbag Pamkolsik Yanma Polda Sumbar, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial penutup hari kerja. Penurunan bendera menjadi simbol konsistensi dalam menjaga disiplin serta penghormatan terhadap lambang negara. Di tengah padatnya aktivitas pelayanan dan pengamanan internal markas, momen itu menjadi pengingat akan nilai dasar pengabdian.

Ka. Yanma Polda Sumbar, AKBP Dr. Budi Prayitno SE, MH mengatakan, rutinitas tersebut merupakan bagian dari pembinaan karakter personel di lingkungan Polda Sumbar.

“Penurunan bendera adalah bentuk penghormatan terhadap simbol negara. Dari kegiatan penurunan Bendera Merah Putih ini, kami membangun kedisiplinan, loyalitas, dan rasa tanggung jawab anggota,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan tugas kepolisian yang terus berkembang menuntut aparat memiliki fondasi moral yang kuat. Jiwa kesatria, kata Dr. Budi Prayitno, tidak lahir secara instan, melainkan ditempa melalui kebiasaan menjalankan aturan dengan konsisten. Termasuk dalam hal menjaga tata upacara bendera.

Dikatakan Dr. Budi Prayitno, Subbag Pamkolsik Yanma memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran operasional markas, mulai dari pengamanan, pengaturan aktivitas internal, hingga memastikan ketertiban lingkungan kantor. Karena itu, disiplin menjadi prinsip utama yang tak bisa ditawar.

Suasana penurunan bendera sore itu berlangsung khidmat. Matahari perlahan tenggelam seakan menjadi saksi komitmen para personel dalam menjaga kehormatan Merah Putih. Tidak ada sorotan berlebihan, tidak pula seremoni megah. Namun dari kesederhanaan itulah nilai pengabdian ditegaskan kembali.

Ketika Sang Merah Putih telah terlipat rapi dan disimpan, hari kerja pun resmi ditutup. Senja meredup, tetapi semangat menjaga marwah negara tetap menyala, tukasnya (Firman Sikumbang)


iklan adsense

Post a Comment

0 Comments