Menanamkan Nilai Disiplin Sejak Dini di SMPN 02 Pancung Soal
Kapolsek Pancung Soal, AKP Hendra, S.H., M.H berikan hadiah kepada pelajar.
Dalam amanatnya, AKP Hendra tidak sekadar berbicara tentang kedisiplinan upacara, tetapi juga menyentuh persoalan yang kerap dihadapi remaja masa kini. Ia mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkotika, perundungan (bullying), balap liar, hingga tawuran yang dapat merusak masa depan pelajar. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, ia mengajak para siswa menjaga diri, memilih pergaulan yang sehat, serta fokus meraih prestasi.
Suasana upacara berlangsung khidmat. Para siswa tampak menyimak setiap pesan yang disampaikan. Bagi AKP Hendra, sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Karena itu, ia menegaskan pentingnya saling menghormati dan menolak segala bentuk kekerasan maupun tindakan yang merugikan teman sebaya. Menurutnya, perundungan tidak hanya melukai secara fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental dan semangat belajar korban.
Perhatian Kapolsek juga tertuju pada peran guru sebagai pendamping utama siswa di lingkungan sekolah. Ia mengajak para pendidik untuk terus memantau perkembangan perilaku anak didik, sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Pengawasan yang baik, katanya, akan membantu mengarahkan siswa menjadi pribadi yang disiplin, berakhlak, dan bertanggung jawab.
Pesan-pesan tersebut tidak disampaikan dengan nada menggurui. Sebaliknya, AKP Hendra memilih pendekatan yang hangat dan komunikatif. Ia bahkan melibatkan siswa melalui sesi pertanyaan berhadiah. Beberapa siswa yang berani maju ke depan dan mampu menjawab pertanyaan mendapat apresiasi langsung. Momen ini disambut antusias, sekaligus menjadi latihan kepercayaan diri bagi para pelajar untuk tampil di ruang publik.
Kehadiran aparat kepolisian di lingkungan sekolah memberi makna tersendiri. Bukan semata simbol penegakan hukum, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap pembinaan generasi muda. Sinergi antara sekolah dan kepolisian diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari pengaruh negatif.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pembinaan karakter memang tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Orang tua, guru, masyarakat, hingga aparat keamanan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga arah tumbuh kembang anak. Upaya kecil seperti menjadi pembina upacara dan berdialog langsung dengan siswa dapat menjadi langkah nyata membangun kesadaran sejak dini.
Upacara pun berakhir dengan tertib, namun pesan yang ditinggalkan terasa panjang maknanya. Di wajah para siswa, tersirat semangat baru—bahwa masa depan mereka sangat ditentukan oleh pilihan hari ini. Dan di halaman sederhana SMPN 02 Pancung Soal pagi itu, benih-benih disiplin, keberanian, serta kepedulian sosial kembali ditanamkan untuk tumbuh bersama harapan. (Firman Sikumbang)


0 Comments