Menjaga Nagari, Menyelamatkan Generasi: Seruan Ir. Irfendi Arbi, M.P Kepada LAN Provinsi Sumatera Barat
Ir. Irfendi Arbi, M.P (Doc. LAN)
Bagi mantan Bupati Limapuluh Kota itu, LAN bukan sekadar organisasi kemasyarakatan, melainkan gerakan moral yang masih konsisten hadir di tengah masyarakat hingga ke akar rumput.
“Kita berharap LAN ini jangan sampai mati suri. Saya yakin, di tangan Firman Sikumbang, LAN bisa berkembang sampai ke pelosok nagari,” ujar Irfendi Arbi pada Pionir, saat di huhungi Via Phone Selularnya, Senen 2 Februari 2026.
Keyakinan itu lahir dari rekam jejak kepemimpinan yang panjang. Selain berhasil mengantarkan daerahnya meraih dan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut, Irfendi Arbi juga tercatat pernah menerima sertifikat penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai panelis dalam talk show praktik baik pencegahan korupsi pada 22 Agustus 2020 kemaren.
Prestasi tersebut semakin memantapkan posisinya sebagai figur publik yang kredibel dan dekat dengan denyut aspirasi masyarakat.
Namun di balik capaian birokrasi itu, Irfendi Arbi melihat persoalan yang jauh lebih mendasar. Ia menilai filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah tidak lagi sepenuhnya menjadi pedoman hidup masyarakat Sumatera Barat. Pudarnya nilai adat dan agama, menurutnya, membuat generasi muda semakin mudah terpapar narkotika.
“Ketika adat dan agama tidak lagi menjadi pegangan, anak-anak nagari kehilangan arah,” katanya.
Paparan tersebut mendapat respons dari Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang. Ia menyebut pandangan Irfendi Arbi sebagai cermin realitas yang dihadapi masyarakat hari ini.
“Apa yang disampaikan Bapak Irfendi Arbi adalah kenyataan yang kami temui di lapangan. Pudarnya peran adat dan agama menjadi celah masuknya narkotika. Karena itu, LAN tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Firman Sikumbang.
Menurutnya, LAN Provinsi Sumatera Barat berkomitmen memperkuat gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara lebih masif. Tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga keluarga dan masyarakat lapisan bawah.
“Kami ingin mengembalikan fungsi nagari sebagai benteng sosial. Niniak mamak kembali membimbing kemenakan, cadiak pandai dan alim ulama menguatkan nilai, serta bundo kanduang berdiri sebagai limpapeh rumah nan gadang. Di situlah pencegahan narkotika harus dimulai,” tegasnya.
Melalui sinergi antara LAN dan seluruh unsur masyarakat, Irfendi Arbi berharap peredaran narkotika di Sumatera Barat dapat ditekan, sekaligus menghidupkan kembali nilai adat dan agama sebagai penyangga utama masa depan generasi muda di Sumatera Barat, tukasnya (Boby)

.png)
0 Comments