RAT Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat Digelar, Firman Sikumbang Tekankan Penguatan P4GN bagi Pelajar
Forum ini tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, melainkan ruang refleksi atas perjalanan satu tahun terakhir sekaligus penegasan arah gerak LAN dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.
Ketua LAN Sumatera Barat, Firman Sikumbang, menegaskan bahwa LAN harus hadir melalui kerja nyata yang terukur dan berkelanjutan. Menurut dia, soliditas pengurus serta penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar gerakan penyelamatan generasi muda dari bahaya narkotika tidak berhenti pada tataran wacana.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Ketua II LAN Sumatera Barat, Ir. Asral, yang menekankan pentingnya koordinasi aktif dengan kepengurusan LAN di daerah. Ia menginstruksikan agar komunikasi dilakukan secara berkala, minimal satu kali dalam sebulan, termasuk melalui pertemuan virtual, sehingga kesinambungan program dapat terjaga dan persoalan di daerah dapat segera direspons.
Sementara itu, Wakil Ketua III LAN Sumatera Barat, Risman Jambak, mengingatkan bahwa LAN bukan sekadar organisasi numpang nama, melainkan wadah pengabdian yang berkewajiban melakukan pembinaan, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkotika. Karena itu, menurut dia, pembinaan terhadap LAN kabupaten dan kota yang belum aktif perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh jajaran memahami peran dan tanggung jawab organisasi.
Rapat tersebut juga dihadiri Ketua LAN Kabupaten Padang Pariaman, Joni Koto, yang memberikan sejumlah masukan positif terkait arah program LAN ke depan. Ia menilai penguatan sinergi antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota menjadi langkah penting agar setiap program kerja benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat serta berdampak nyata dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Dalam forum yang sama, Ketua Divisi P4GN Dr. dr. Erdanela Setiawati, MM, FISPH, FISCM menegaskan pentingnya memperluas jangkauan edukasi hingga ke tingkat kecamatan. Momentum Ramadhan dipandang sebagai waktu yang tepat untuk menghadirkan sosialisasi bahaya narkotika melalui pendekatan keagamaan, termasuk penyuluhan di masjid-masjid Kota Padang, guna menumbuhkan kesadaran kolektif sekaligus memperkuat nilai moral masyarakat.
Rapat pun ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk memperkuat pembinaan organisasi di daerah, memastikan setiap program berjalan terarah, serta menjaga semangat kolaborasi agar gerakan pencegahan narkotika di Sumatera Barat terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi masyarakat, tukasnya, (Boby)


0 Comments