Rohabdi Roesdan: Pesantren Ramadhan Fondasi Pembentukan Generasi Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045
Melalui rangkaian kegiatan pembinaan keagamaan yang terstruktur, Pesantren Ramadhan diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi Qur’ani dan Islami yang berilmu, beradab, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Kegiatan keagamaan selama bulan Ramadhan ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan dan kearifan lokal. Surau dan gereja ditempatkan sebagai pusat pembinaan moral, ruang tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.
Selaras dengan program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang melalui penerapan konsep Smart Surau, Pesantren Ramadhan diharapkan mampu melahirkan generasi berkarakter unggul yang siap menyongsong masa depan bangsa.
Selain itu, bagi pelajar umat Nasrani dilaksanakan kegiatan pastoral di gereja maupun di tempat ibadah masing-masing sebagai bentuk pembinaan rohani yang inklusif dan menghargai keberagaman.
Hal tersebut disampaikan Kabid Pembina Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Rohabdi Roesdan, S.Pd pada Pionir, Jumat 13 Februari 2026.
Rohabdi Roesdan mengatakan, bahwa pembinaan spiritual sejak usia sekolah menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045, generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, berdaya saing, serta berkepribadian kuat.
“Pesantren Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi proses pembinaan karakter yang menanamkan nilai keimanan, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta penghormatan terhadap keberagaman. Melalui penguatan peran surau, gereja, keluarga, dan lingkungan masyarakat, kita ingin memastikan lahirnya generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya. (Firman Sikumbang)


0 Comments