Setiap Anak Tangga, Ada Lelah yang Menjadi Harapan

iklan adsense

Setiap Anak Tangga, Ada Lelah yang Menjadi Harapan



PADANG, PIONIR---Satu per satu anak tangga Jenjang 300 Gunung Padang ditapaki para Bintara Remaja Ditsamapta Polda Sumbar angkatan 54/58, menghadirkan pemandangan yang tak sekadar tentang olahraga sore, melainkan tentang proses panjang membentuk daya tahan, fisik, mental, sekaligus kebersamaan.

Keringat mengalir di wajah-wajah muda yang tetap tegap menatap ke atas. Tak ada kata menyerah, hanya napas yang diatur dan langkah yang dijaga. Di tengah keheningan senja, pendakian ini terasa seperti dialog sunyi antara manusia dan batas kemampuannya sendiri. Setiap anak tangga menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian di masa depan menuntut lebih dari sekadar keberanian, ia memerlukan ketangguhan yang lahir dari latihan tanpa henti.

Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Sumbar, Kompol Maman Rosadi, SH, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi personel muda. Menurutnya, olahraga sore bukan hanya menjaga kebugaran, tetapi juga menanamkan disiplin, kekompakan, serta kesiapsiagaan menghadapi dinamika tugas di lapangan. “Fisik yang kuat harus diimbangi mental yang tangguh. Dari latihan sederhana seperti ini, karakter itu dibentuk,” ujarnya.

Pemilihan Jenjang 300 Gunung Padang menyimpan makna tersendiri. Selain memiliki nilai historis, medan tanjakan yang menantang menjadi ruang uji ketahanan dan semangat pantang menyerah. Di sinilah para Bintara Remaja belajar bahwa setiap kelelahan dapat dilampaui dengan tekad, dan setiap rintangan selalu menyediakan jalan bagi mereka yang bertahan.

Di sela langkah yang mulai berat, tampak kebersamaan tumbuh tanpa banyak kata. Ada tangan yang sigap membantu, ada senyum yang menguatkan, dan ada semangat yang saling ditularkan. Pendakian ini perlahan menjelma menjadi pelajaran tentang arti persaudaraan—bahwa dalam tugas menjaga keamanan masyarakat kelak, kekompakan adalah kekuatan yang tak tergantikan.

Saat puncak akhirnya tercapai, hamparan Kota Padang terbentang dalam cahaya senja yang hangat. Napas yang semula tersengal kini mulai teratur, berganti rasa lega yang sulit diucapkan. Di titik itulah terselip kesadaran sederhana, menjadi anggota Polri bukan sekadar profesi, tetapi pengabdian yang menuntut kesiapan lahir dan batin.

Langkah turun kembali menyusuri anak tangga yang sama terasa berbeda. Lelah memang masih ada, tetapi kini disertai keyakinan baru. Jenjang 300 bukan lagi sekadar lintasan olahraga, melainkan ruang pembentuk karakter, tempat di mana keteguhan ditempa, kebersamaan dipererat, dan semangat pengabdian dipupuk dalam diam.

Di bawah langit yang perlahan gelap, para Bintara Remaja itu meninggalkan jejak yang mungkin tak terlihat mata, tetapi terasa maknanya. Sebab dari langkah-langkah sederhana di sore hari itulah, masa depan pengabdian sedang disiapkan, tenang, tekun, dan penuh harapan. (Firman Sikumbang)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments