Subuh Barokah di Masjid Al-Hakim Diserbu Ribuan Jamaah
Namun kenyataan berkata lain. Antusiasme warga melampaui ekspektasi. Mereka datang berbondong-bondong, sebagian sejak sebelum azan subuh berkumandang. Ada ibu-ibu yang menggandeng anaknya, lansia yang dipapah keluarga, hingga para pekerja harian yang berharap membawa pulang beras untuk kebutuhan dapur. Jumlah penerima membengkak jauh di atas target.
Beras yang semula disiapkan 5 ton pun tak lagi memadai. Donasi dan tambahan pasokan terus berdatangan hingga total distribusi mencapai 12,5 ton. Dari rencana awal yang sederhana, kegiatan itu berubah menjadi gelombang kepedulian yang lebih besar dari perkiraan.
Padatnya massa membuat pengamanan diperketat. Sebanyak 300 personel Ditsamapta Polda Sumbar disiagakan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman. Di bawah kendali Dir Samapta Polda Sumbar, Kombes Pol Akhmadi, S.Ik, barisan Dalmas membentuk pagar pengamanan, mengatur antrean, sekaligus memberi imbauan persuasif kepada warga agar tetap tertib.
Kehadiran aparat bukan untuk membatasi, melainkan memastikan seluruh proses berjalan lancar dan manusiawi. Pembagian beras dari Kapolda Sumbar itu pun berlangsung aman dan terkendali hingga tuntas.
Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Sumbar, Kompol Maman Rosadi, mengatakan kepada Pionir bahwa lonjakan jumlah warga menjadi cerminan besarnya kebutuhan masyarakat sekaligus tingginya kepercayaan terhadap program Subuh Barokah.
“Awalnya kita siapkan untuk seribu jamaah. Namun yang hadir jauh melampaui target. Alhamdulillah, berkat kesiapan 300 personel dan koordinasi yang baik, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Di pelataran Masjid Al-Hakim pagi itu, sedekah tak lagi sekadar hitungan tonase. Dari 5 ton menjadi 12,5 ton, dari seribu menjadi ribuan penerima, ia menjelma menjadi simbol solidaritas. Masjid bukan hanya tempat bersujud, tetapi juga ruang bertemunya empati, kebutuhan, dan tanggung jawab sosial dalam satu tarikan napas kebersamaan. (Firman Sikumbang)


0 Comments