Jakarta, Pionirnews.com,- Kabar duka datang dari dunia bisnis di tanah air. Orang terkaya di Indonesia Michael Bambang Hartono tutup usia pada Kamis 19 Maret 2026 di Singapura. Hartono dikenal sebagai konglomerat dengan bisnis menggurita mulai dari industri rokok raksasa Djarum, pemilik mayoritas saham di Bank Central Asia (BCA) hingga pemilik klub elite liga Serie A Italia. Hartono meninggal dengan mewariskan harta sekitar Rp 365 triliun.
Ia mengembuskan napas terakhir di usia 86 tahun pada pukul 13.15 waktu setempat.
Meski kaya raya ia tidak pernah mendapatkan kekayaannya dari bisnis pengadaan atau terkait dengan negara tapi murni bisnis penuh persaingan.
Menariknya meski hartanya melimpah ratusan triliun dan tak akan pernah habis tapi Hartono dikenal hidup sederhana dan juga aktif di olahraga.
Kepastian kabar duka ini disampaikan langsung oleh pihak perusahaan. Corporate Communication Manager Djarum, Budi Darmawan, membenarkan wafatnya sosok yang selama ini menjadi salah satu pilar utama grup tersebut.
“Keluarga Besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura,” ujarnya.
Pemilik Klub Liga Serie A Italia Papan Atas
Michael Bambang Hartono merupakan pebisnis ulang. Djarum Group salah satunya juga mengakuisisi klub sepakbola di Italia, Como 1907.
Pada 2019, Djarum Group mengakusisi Como yang saat itu masih berkutat di Serie D. Di bawah kepemilikannya, Como melesat dan kini menjadi kuda hitam Serie A.
Bersama saudaranya, Robert Hartono, Bambang Hartono disebut sebagai pemilik klub terkaya di Italia. Laporan Forbes pada 2022 mencatat, keduanya bahkan bisa mendapat 4 juta Euro per jam, jauh melampaui pemilik klub lain seperti Silvio Berlusconi (Monza) hingga Dan Friedkin (AS Roma).
Como, klub Bambang Hartono, musim ini kian menggila. Bersama pelatih Cesc Fabregas, Nico Paz dkk sementara bertengger di peringkat empat klasemen Liga Italia.
Como berpeluang lolos ke Liga Champions musim ini. Andai bisa lolos ke ajang Eropa, maka pundi-pundi bonus penampilan besar bisa didapat Como.
Como dari klub antah berantah kini jadi kekuatan baru di Eropa. Dan itu membuktikan bahwa Bambang Hartono memang pengusaha ulung.
Sosok Bambang Hartono
Michael Bambang Hartono sendiri merupakan anak dari keluarga keturunan Tionghoa yang lahir di Jawa. Ia sekeluarga merupakan pemilik dari PT Djarum atau Djarum Group, dan juga pemilik saham terbesar di BCA.
Bambang Hartono lahir 2 Oktober 1939 dan memiliki adik bernama Robert Budi Hartono. Keduanya terkenal sebagai Hartono bersaudara yang sama sama mewarisi Djarum dari sang ayah.
Bambang Hartono sering terlihat mengenakan pakaian sederhana dan menikmati makanan di warung pinggir jalan. Salah satu momen yang sempat viral adalah ketika ia makan di warung tahu pong di Semarang tempat yang bahkan telah ia kunjungi sejak masih berupa tenda sederhana.
Jejak Panjang Sang Konglomerat
Kepergian Michael Bambang Hartono bukan sekadar kehilangan figur, tetapi juga menandai berakhirnya satu era dalam sejarah bisnis Indonesia.
Bersama sang adik, Robert Budi Hartono, ia membesarkan Djarum menjadi salah satu raksasa industri rokok kretek, bahkan mampu menembus pasar global.
Tak berhenti di sana, kerajaan bisnisnya juga merambah sektor perbankan melalui kepemilikan saham besar di Bank Central Asia (BCA), yang kini menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia.
Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia
Nama Michael Bambang Hartono secara konsisten masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia.
Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires, kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar 22,2 miliar dollar AS atau setara ratusan triliun rupiah. Lonjakan nilai saham BCA menjadi salah satu faktor utama yang memperkuat posisinya di jajaran elite global.
Ekspansi ke Dunia Digital
Di bawah naungan grupnya, ekspansi bisnis terus dilakukan ke berbagai sektor strategis. Melalui GDP Venture, investasi digelontorkan ke perusahaan digital ternama seperti Gojek, Kaskus, Blibli, hingga tiket.com.
Langkah ini menunjukkan bagaimana visinya tak hanya berakar pada bisnis konvensional, tetapi juga merambah masa depan ekonomi digital Indonesia.
Sederhana di Tengah Kemewahan
Di balik statusnya sebagai konglomerat, Michael Bambang Hartono dikenal memiliki gaya hidup yang jauh dari kesan glamor.
Dedikasi di Dunia Olahraga
Tak hanya di dunia bisnis, ia juga meninggalkan jejak di bidang olahraga. Dalam ajang Asian Games 2018, ia tampil sebagai atlet cabang bridge dan berhasil meraih medali perunggu. Prestasi tersebut menjadikannya salah satu atlet tertua yang pernah berkompetisi di ajang olahraga bergengsi tersebut.
Warisan yang Tak Tergantikan
Kepergian Michael Bambang Hartono meninggalkan warisan besar bukan hanya dalam bentuk bisnis bernilai triliunan rupiah, tetapi juga dalam visi, kerja keras, dan keteladanan.
Dari industri rokok hingga perbankan, dari investasi digital hingga olahraga, jejaknya akan terus dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan ekonomi Indonesia.
Nama Michael Bambang Hartono sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia sebagai pengusaha nasional. Namun, belum banyak yang tahu bahwa kakak dari Robert Budi Hartono ini juga seorang atlet bridge nasional. Menariknya, sebagai bos besar BCA, ia pernah menjadi nasabah BRI karena profesinya sebagai atlet.
Pada 2018, Michael Bambang Hartono ikut mewakili Indonesia di cabang olahraga bridge pada Asian Games dan berhasil meraih medali perunggu. Prestasinya itu memberinya hak atas bonus dari Presiden Joko Widodo sebesar Rp 250 juta.
Yang unik, bonus tersebut diberikan melalui tabungan BriTama Bisnis milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), padahal Bambang adalah pemegang saham utama BCA. Presiden Direktur BCA saat itu, Jahja Setiaatmadja, menanggapi kejadian ini dengan bangga dan bercanda:
“Pak Bambang sekarang nasabah BRI padahal dia yang punya BCA,” kata Jahja, 3 September 2018. Selamat jalan Pak Bambang. Jasamu untuk negeri ini tak akan pernah kami lupakan.
(Reporter : Tb Mhd Arief Hendrawan)


0 Comments