Pasar Raya Padang Sepi, Firman Sikumbang, Pemko Harus Cari Solusi Nyata

iklan adsense

Pasar Raya Padang Sepi, Firman Sikumbang, Pemko Harus Cari Solusi Nyata


Situasi di Jalan Sandang Pangan Pasar Raya Padang

PADANG, PIONIR — Kondisi Pasar Raya Padang, khususnya di kawasan Jalan Sandang Pangan, belakangan ini dinilai semakin memprihatinkan. Aktivitas jual beli yang dulunya ramai kini terlihat jauh berkurang. Banyak pedagang mengeluhkan sepinya pembeli yang berdampak langsung terhadap menurunnya pendapatan mereka.

Persoalan ini mendapat perhatian dari Ketua Forum Anak Nagari (FKAN) Sumatera Barat, Firman Sikumbang. Menurutnya, Pemerintah Kota Padang tidak boleh membiarkan kondisi ini berlangsung lama tanpa langkah konkret untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi di pasar tradisional tersebut.

Firman menilai salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya jumlah pembeli di Pasar Raya Padang adalah semakin menjamurnya pasar kaget di berbagai titik di Kota Padang. Kehadiran pasar-pasar tersebut membuat masyarakat cenderung berbelanja di lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

“Pasar kaget saat ini bermunculan di banyak tempat di Kota Padang. Masyarakat tentu memilih tempat belanja yang paling dekat dan praktis. Kondisi ini membuat aktivitas perdagangan di Pasar Raya, khususnya di Jalan Sandang Pangan, semakin berkurang,” ujar Firman Sikumbang.

Ia mengatakan, keberadaan pasar kaget sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Namun jika tidak ditata dan dikendalikan dengan baik oleh pemerintah, hal itu bisa mematikan pasar tradisional yang selama ini menjadi pusat ekonomi rakyat.

Menurut Firman, Pasar Raya Padang bukan sekadar tempat jual beli biasa. Sejak dulu pasar ini menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat Kota Padang dan daerah sekitarnya. Ribuan pedagang menggantungkan kehidupan mereka di sana. Karena itu, pemerintah perlu mengambil kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan pasar tradisional.

Selain persoalan pasar kaget, Firman juga menilai perubahan pola belanja masyarakat turut memberi dampak besar terhadap perekonomian pasar tradisional. Perkembangan teknologi dan kemudahan akses internet membuat masyarakat kini semakin terbiasa berbelanja secara online.

“Belanja secara online juga memberi pengaruh besar terhadap perekonomian pasar tradisional. Banyak masyarakat yang kini lebih memilih membeli kebutuhan melalui aplikasi atau media sosial karena dianggap lebih praktis dan tidak perlu keluar rumah,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pasar tradisional tetap memiliki keunggulan tersendiri yang tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh sistem belanja digital. Interaksi langsung antara penjual dan pembeli, proses tawar-menawar, hingga kedekatan sosial yang tercipta menjadi bagian dari budaya ekonomi masyarakat yang telah berlangsung lama.

Namun di sisi lain, Firman juga menyoroti persoalan pengelolaan Pasar Raya Padang yang selama ini kerap diidentikkan dengan berbagai konflik dan tindakan kekerasan. Menurutnya, citra negatif tersebut harus segera diakhiri dengan langkah pembenahan yang serius dan menyeluruh.

“Selama ini pengelolaan Pasar Raya sering diidentikkan dengan kekerasan dan konflik. Kondisi ini tentu tidak baik bagi iklim perdagangan. Karena itu perlu langkah tegas untuk menata kembali sistem pengelolaan pasar,” tegasnya.

Sebagai bentuk terobosan, Firman bahkan mengusulkan agar pengelolaan Pasar Raya Padang dapat melibatkan unsur TNI. Menurutnya, kedisiplinan dan ketegasan yang dimiliki institusi tersebut dapat membantu menciptakan ketertiban dan kepastian dalam pengelolaan pasar.

“Kalau perlu, pengelolaan dan kepengurusan Pasar Raya diserahkan kepada TNI agar lebih disiplin dan tertib. Bahkan jabatan Kepala Dinas Pasar bisa saja dipertimbangkan dari unsur TNI jika itu memang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi yang ada,” ungkapnya.

Firman juga menyinggung persoalan relokasi pedagang ke gedung baru yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Padang. Selama ini, upaya pemindahan pedagang kerap menimbulkan polemik karena sebagian pedagang merasa khawatir kehilangan pembeli.

Menurutnya, jika penataan pasar dilakukan secara serius, mulai dari penertiban pasar kaget, pembenahan manajemen pengelolaan pasar, hingga menciptakan rasa aman bagi pedagang, maka para pedagang tidak akan lagi enggan untuk menempati gedung baru yang telah disiapkan pemerintah.

“Jika penataan pasar dilakukan dengan baik dan ada kepastian pengelolaan yang tertib, para pedagang tentu tidak akan keberatan dipindahkan ke gedung baru yang sudah disediakan oleh Pemerintah Kota Padang. Dengan begitu, kemelut yang selama ini terjadi di Pasar Raya Padang bisa diselesaikan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan Pasar Raya Padang tidak boleh dipandang sebagai masalah kecil. Pasar tradisional merupakan bagian penting dari kehidupan ekonomi masyarakat, terutama bagi kalangan pedagang kecil yang menggantungkan penghidupan mereka dari aktivitas perdagangan sehari-hari.

Karena itu, Firman berharap Pemerintah Kota Padang dapat segera mengambil langkah strategis dan berpihak kepada pedagang agar Pasar Raya kembali hidup dan menjadi pusat perdagangan yang ramai seperti dahulu.

“Pedagang pasar adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata agar Pasar Raya Padang kembali bergairah dan para pedagang bisa kembali menjalankan usaha mereka lebih tenang dan sejahtera,” tutup Firman Sikumbang. (tim)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments