Padang, Pionirnews.com, — Proses pencarian sosok nahkoda baru untuk posisi tertinggi di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai memasuki babak krusial. Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama secara resmi telah merampungkan tahapan seleksi administrasi untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang yang pendaftarannya telah dibuka sejak 11 Maret 2026 lalu.
Dari total tujuh pelamar yang mencoba peruntungan untuk menduduki kursi strategis tersebut, persaingan langsung mengerucut. Satu orang pelamar dipastikan gugur pada tahap awal, karena tidak memenuhi kriteria dasar yang telah ditetapkan oleh panitia seleksi.
Kepala Bidang Pengembangan Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang, Diane Mary, mengonfirmasi kabar tersebut pada Jumat (27/3/2026). Ia memaparkan bahwa pelamar yang gagal melaju ke tahap berikutnya merupakan seorang guru kontrak yang mengajar di salah satu institut di Kota Padang Panjang.
Menurut penjelasan Diane, pelamar tersebut memang sempat mendaftar dan memasukkan data melalui tautan pendaftaran daring yang dikelola oleh BKPSDM. Namun, sistem verifikasi yang ketat langsung mendiskualifikasi yang bersangkutan. Alasan utamanya sangat mendasar, yakni pelamar tersebut berstatus bukan ASN, yang mana menjadi syarat mutlak untuk menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Selain itu, berkas persyaratan yang diunggah juga jauh dari kata lengkap.
Tergelincirnya satu pelamar tersebut menyisakan enam kandidat kuat yang seluruhnya merupakan pejabat teras di lingkungan Pemerintah Kota Padang.
Berdasarkan Pengumuman Nomor: 820.025/PANSEL-PDG/2026 yang disahkan pada 27 Maret 2026 oleh Ketua Panitia Seleksi yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, keenam nama tersebut dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dan berhak melangkah ke tahap uji kompetensi selanjutnya.
Keenam birokrat senior yang kini bersiap adu gagasan dan kompetensi tersebut adalah:
>1. Ances Kurniawan, S.STP., M.Si (Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang)
>2. Chandra Eka Putra, S.IP., M.Si (Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang)
>3. Fadelan Fitra Masta, ST., MT (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang)
>4. Raju Minropa, S.STP., M.Si (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Padang)
>5. dr. Srikurnia Yati, M.K.M (Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang)
>6. Yopi Krislova, SH., MM (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang)
Lolosnya nama-nama besar yang saat ini tengah memimpin berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) vital di Kota Padang ini menandakan persaingan untuk memperebutkan kursi Sekda akan berlangsung sangat ketat dan kompetitif. Masing-masing kandidat memiliki rekam jejak panjang dan pengalaman manajerial yang mumpuni di bidangnya.
Tahapan ujian bagi keenam kandidat ini pun telah dijadwalkan dengan sangat padat dan terukur. Langkah pertama yang harus mereka hadapi adalah Tes Penulisan Makalah. Ujian ini menuntut kemampuan analisis dan pemecahan masalah yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, bertempat di Ruang CAT, Graha Perencana Zuiyen Rais Lantai 2.
Setelah mengurai gagasan lewat tulisan, para kandidat tidak memiliki waktu rehat yang panjang. Pada hari Selasa, 31 Maret 2026, mereka harus menjalani Penilaian Kompetensi atau asesmen yang akan dipusatkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Psikologi Universitas Negeri Padang (UNP) di kawasan Air Tawar Barat. Tahapan ini sangat krusial untuk mengukur kecerdasan emosional, kepemimpinan, serta integritas psikologis para calon Sekda.
Setelah asesmen psikologi rampung, panitia akan menggelar tes wawancara yang jadwalnya akan diinformasikan lebih lanjut kepada para peserta. Serangkaian tes yang menguras pikiran dan tenaga ini dirancang khusus untuk memastikan bahwa sosok yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kapasitas, kapabilitas, dan visi yang sejalan dengan arah pembangunan Kota Padang.
Berdasarkan lini masa seleksi, publik Kota Padang baru akan mengetahui tiga nama peserta dengan nilai akumulasi terbaik pada 10 April 2026 mendatang. Tiga nama tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam hal ini Wali Kota Padang, untuk kemudian dipilih dan dilantik sebagai Sekretaris Daerah yang definitif.
Di luar semarak bursa calon Sekda, proses penyegaran birokrasi di tubuh Pemko Padang rupanya masih terus bergerak secara simultan. Diane Mary menambahkan bahwa saat ini pihaknya juga tengah melangsungkan tahapan pendaftaran untuk seleksi terbuka pengisian jabatan lima kepala OPD yang kosong.
Bagi para ASN yang memenuhi kualifikasi, pendaftaran serta penerimaan berkas untuk posisi lima kepala dinas tersebut masih dibuka dan akan ditutup secara resmi pada 2 April 2026 mendatang. Seleksi terbuka untuk posisi lima kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih terus berlangsung.
Panitia memberikan kesempatan bagi para ASN yang berkompeten untuk memasukkan berkas pendaftaran hingga tenggat waktu penutupan pada 2 April nanti.
Pada tahap ini, setiap peserta akan diuji secara komprehensif untuk menilai kemampuan kepemimpinan, kapasitas manajerial, pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan, serta komitmen dalam meningkatkan pelayanan publik di kota Padang.
Pemerintah kota Padang berharap, melalui proses seleksi yang ketat dan terukur ini, akan terpilih sosok sekretaris daerah yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan pengalaman birokrasi yang mumpuni, tetapi juga memiliki visi yang jelas dalam mendorong kemajuan daerah.
"Masyarakat pun diharapkan dapat ikut mengawal proses ini agar berjalan sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan menghasilkan pemimpin birokrasi yang benar-benar berkualitas serta mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan,"ujar Diane.
(Reporter : Tb Mhd Arief Hedrawan)


0 Comments