Sosialisasi Bahaya Narkotika ala Lembaga Anti Narkotika Sumatera Barat dan LAN Kota Padang Disambut Antusias Pelajar
Ratusan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan SLTP yang mengikuti Pesantren Ramadhan di mesjid tersebut tampak penuh canda tawa. Sosialisasi yang biasanya berlangsung serius, kali ini dikemas kocak oleh Mak Ipin saat memberikan pembekalan tentang P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).
Dengan gaya khasnya yang santai dan penuh humor, Mak Ipin berhasil mencairkan suasana. Materi berat tentang bahaya narkotika disampaikan dengan bahasa sederhana dan diselingi guyonan segar, sehingga mudah dipahami oleh para pelajar.
Tak hanya siswa, para guru dan jemaah mesjid pun ikut larut dalam suasana. Beberapa di antaranya bahkan tak kuasa menahan tawa saat Mak Ipin menirukan gaya remaja yang salah pergaulan akibat narkotika. Suasana masjid yang biasanya hening berubah menjadi riuh oleh gelak tawa.
Ada pula jemaah yang terlihat keluar masuk toilet mesjid karena tak tahan menahan tawa saat tausiyah tentang bahaya narkotika disampaikan dengan gaya jenaka.
Mak Ipin mengatakan bahwa bahaya narkotika harus dikenalkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan.
“Kalau anak-anak sudah takut duluan dengan materinya, pesan tidak akan sampai. Tapi kalau mereka tertawa, senang, dan merasa dekat, Insya Allah pesan bahaya narkotika akan melekat di hati mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pesantren Ramadhan Mesjid Baitul Makmur Perumnas Air Tawar Barat, Rusdi, S.Pd menyampaikan apresiasi atas metode sosialisasi yang dilakukan.
“Seharusnya seperti inilah cara mensosialisasikan bahaya narkotika kepada para pelajar supaya cepat dipahami. Melalui canda tawa ini anak-anak akan lebih cepat menyerap materi tentang bahaya narkotika,” katanya.
Ia menilai kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga Anti Narkotika Sumatera Barat bersama Lembaga Anti Narkotika Kota Padang tersebut sangat luar biasa.
“Kalau bisa jangan sampai di sini saja. LAN harus melakukannya secara terus-menerus, dari mesjid ke mesjid dan dari sekolah ke sekolah,” ujarnya.
Sosialisasi yang dikemas ringan namun berbobot ini menjadi bukti bahwa pesan moral dan edukasi tentang bahaya narkotika dapat disampaikan tanpa harus menegangkan, tetapi tetap menyentuh dan membekas di hati generasi muda, tuturnya (Firman Sikumbang)


0 Comments