Tawa Pelajar Warnai Edukasi Bahaya Narkotika di Pesantren Ramadhan Mushala Kandis

iklan adsense

Tawa Pelajar Warnai Edukasi Bahaya Narkotika di Pesantren Ramadhan Mushala Kandis


PADANG, PIONIR--Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan penguatan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) kepada masyarakat dan pelajar di Mushala Kandis Rumah Tiga Ruang, yang beralamat di Jl. Rumah Tigo Ruang Gg. Rumah Tigo Ruang Dalam, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Rabu (11 Maret 2026).

Kegiatan ini diikuti oleh para pelajar yang sedang melaksanakan Pesantren Ramadhan di mushala tersebut. Kegiatan ini betujuan untuk memberikan edukasi sejak dini tentang bahaya narkotika, sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda agar mampu menjaga diri dari pengaruh penyalahgunaan narkotika yang kian mengkhawatirkan.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut Dr. dr. Erdanela Setiawati, MM, FISPH, FISCM, selaku Ketua Divisi P4GN LAN Sumatera Barat, serta dr. Lieka Nugrahi Jaslindo, M.Biomed. Keduanya merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah yang juga tergabung dalam Tim P4GN LAN Sumatera Barat, sehingga materi yang disampaikan tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga berdasarkan pendekatan ilmiah dan kesehatan.

Dr. Erdanela Setiawati menjelaskan berbagai dampak buruk narkotika bagi kesehatan fisik dan mental, termasuk fenomena ngelem yang kerap terjadi di kalangan remaja. Ia mengibaratkan otak manusia seperti mesin yang sangat canggih.

“Kalau mesin yang bagus dimasukkan bahan bakar yang salah, tentu mesin itu akan rusak. Begitu juga dengan otak kita. Jika dimasukkan zat berbahaya seperti narkotika atau uap lem, maka kemampuan berpikir, belajar, dan mengingat bisa rusak,” jelasnya di hadapan para pelajar.

Suasana edukasi semakin hidup ketika dr. Lieka Nugrahi Jaslindo, M.Biomed mengajak beberapa pelajar maju ke depan untuk melakukan simulasi sederhana tentang cara menolak bujuk rayu pengedar narkotika.

Dalam simulasi tersebut, satu pelajar diminta berperan sebagai orang yang membujuk temannya mencoba narkotika, sementara pelajar lainnya berperan sebagai remaja yang harus berani menolak. Dengan gaya santai, dr. Lieka menirukan cara-cara halus yang sering digunakan untuk mempengaruhi anak muda.

“Biasanya mereka tidak langsung bilang narkotika. Mereka mulai dengan kalimat seperti ‘coba saja sekali, biar santai’, ‘biar gaul’, atau ‘semua juga pakai’,” ujarnya sambil mencontohkan gaya membujuk yang langsung mengundang tawa para peserta.

Gelak tawa pun pecah ketika para pelajar yang tampil di depan memperagakan adegan tersebut dengan gaya yang polos dan menghibur. Bahkan salah satu pelajar dengan spontan menjawab ajakan tersebut dengan kalimat yang membuat suasana semakin cair.

“Maaf, saya lagi pesantren Ramadhan, takut sama ustaz,” ujarnya yang langsung disambut tawa riuh para peserta.

Di balik suasana penuh canda tersebut, dr. Lieka menegaskan bahwa keberanian berkata “tidak” adalah benteng pertama untuk melindungi diri dari narkotika. Ia juga mengibaratkan ajakan menggunakan narkotika seperti umpan yang tampak menarik tetapi menyimpan bahaya.

“Seperti ikan yang melihat umpan di kail. Kelihatannya enak, tapi di baliknya ada kail yang bisa mencelakakan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas antusiasme para pelajar dalam mengikuti edukasi P4GN. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan sejak dini agar generasi muda memiliki ketahanan diri terhadap pengaruh narkotika.

Firman Sikumbang menegaskan bahwa pencegahan adalah langkah paling efektif dalam memerangi narkotika, dan edukasi kepada pelajar menjadi salah satu kunci utama.

“Kami ingin anak-anak kita memahami sejak awal bahwa narkotika bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga bisa menghancurkan masa depan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mereka memiliki keberanian untuk menolak dan menjauhi narkotika,” ujarnya.

Ia juga berharap para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka, dengan menyebarkan pesan tentang bahaya narkotika kepada teman-teman sebaya maupun masyarakat sekitar.

Pendekatan edukasi yang interaktif, disertai analogi sederhana dan simulasi langsung membuat para pelajar terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga belajar secara langsung bagaimana menghadapi situasi yang mungkin terjadi dalam pergaulan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, LAN Sumatera Barat berharap lahir generasi muda yang kuat, berkarakter, dan terbebas dari pengaruh narkotika.

Di akhir kegiatan, tawa para pelajar masih terdengar ketika mereka mengingat kembali adegan simulasi yang baru saja diperagakan. Namun di balik tawa itu, tersimpan pesan penting bahwa menjaga diri dari narkotika adalah langkah awal untuk meraih masa depan yang lebih baik. (tim)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments