Gerakan Akar Rumput Lawan Narkotika, LAN Sumbar Perkuat P4GN hingga Nagari/Kelurahan
Langkah lanjutan tersebut dibahas dalam pertemuan strategis di Kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, pada Rabu, 1 April 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting konsolidasi antara pengurus provinsi dan kota, khususnya Lembaga Anti Narkotika Kota Padang dalam merumuskan strategi implementasi P4GN berbasis nagari/ kelurahan.
Ketua LAN Privinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, menegaskan bahwa ancaman narkotika tidak bisa dilawan dengan cara biasa. Dibutuhkan pendekatan yang lebih menyentuh, langsung, dan berbasis kearifan lokal.
“Kalau kita ingin serius memerangi narkotika, maka kita harus turun langsung ke akar rumput. Jangan hanya berhenti di ruang rapat. Kita harus hadir di tengah masyarakat, di kelurahan, di nagari, bahkan sampai ke jorong-jorong,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Ketua LAN Kota Padang Hj. Yuliar, S.Sos, MM Sekretaris LAN Sumbar Afrialdi Masbiran, SH, M.Hum, Bendahara LAN Sumbar Zulkifli, SH, P4GN LAN Sumbar, April Zalmi, S.Kom, serta jajaran pengurus lainnya yang siap mengawal program ini hingga ke tingkat implementasi.
Juga tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Lembaga Kerampatan Adat Alam Minang Kabau Prof Dr H Fauzi Bahar, M,Sc Datuak Nan Sati, Ketua Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari Kota Padang, Zubardi Koto Datuak Angkat Dirajo.
Firman Sikumbang menekankan bahwa kekuatan utama Sumatera Barat terletak pada struktur sosial dan adatnya. Oleh karena itu, LAN Sumbar akan mengoptimalkan peran tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, hingga pemuda parik paga nagari sebagai garda terdepan dalam memerangi narkotika.
“Perang melawan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Kita butuh keterlibatan semua unsur masyarakat. Ketika tokoh adat dan agama sudah bergerak, maka ruang gerak pengedar akan semakin sempit,” ujarnya.
Tidak hanya itu, pendekatan budaya juga menjadi perhatian serius. LAN Sumbar berencana merangkul para pelaku seni tradisi seperti tapian silek dan guru tuo silek untuk dijadikan sebagai media pembinaan generasi muda.
Menurut Firman Sikumbang, silek bukan hanya seni bela diri, tetapi juga sarat nilai moral, disiplin, dan pengendalian diri yang sangat relevan dalam membentengi generasi muda dari pengaruh narkotika.
“Kita hidupkan kembali nilai-nilai lokal. Anak-anak muda harus punya ruang positif. Dengan silek dan kegiatan budaya lainnya, kita arahkan mereka ke hal-hal yang membangun, bukan merusak,” tambahnya.
Lebih jauh, LAN Sumbar juga mendorong sinergi lintas sektor dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, TNI, serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP). Firman menegaskan bahwa pendekatan preventif harus berjalan seiring dengan tindakan represif.
“Tidak cukup hanya sosialisasi. Harus ada keberanian untuk bertindak. Kita dorong semua pihak untuk tidak ragu melakukan penindakan terhadap pelaku peredaran gelap narkotika,” tegasnya lagi.
Gerakan ini pun mendapat dukungan penuh dari tokoh adat. Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau, Fauzi Bahar, menilai langkah LAN Sumbar sudah berada di jalur yang tepat karena mengedepankan pendekatan adat dan budaya sebagai benteng sosial masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Ketua Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari Kota Padang, (Bakorkan) Zubardi Koto, yang menegaskan bahwa nagari memiliki peran strategis dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkotika.
Dengan sinergi yang kuat antara lembaga, pemerintah, aparat, dan unsur adat, gerakan P4GN di Sumatera Barat diharapkan tidak lagi menjadi sekadar program, tetapi berubah menjadi gerakan kolektif masyarakat.
Kini, pertarungan melawan narkotika tidak lagi hanya milik aparat penegak hukum, melainkan telah menjadi tanggung jawab bersama, dari kota hingga ke pelosok nagari. (tim)


0 Comments