Instruksi Dasriyan Tegas, LAN Dharmasraya Turun ke Akar Rumput dari Rumah ke Lapau Lawan Narkotika

iklan adsense

Instruksi Dasriyan Tegas, LAN Dharmasraya Turun ke Akar Rumput dari Rumah ke Lapau Lawan Narkotika


DHARMASRAYA, PIONIR---Lembaga Anti Narkotika Kabupaten Dharmasraya menggandeng Bhabinkamtibmas Polsek Sitiung Polres Dharmasraya, Polda Sumatera Barar (Sumbar) dalam melaksanakan kegiatan penguatan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) secara langsung dari rumah ke rumah dan dari lapau ke lapau warga.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Kegiatan sosialisasi sengaja dirancang menyentuh akar rumput, menjangkau ruang-ruang interaksi masyarakat yang paling nyata, baik di lingkungan keluarga maupun di lapau sebagai pusat komunikasi warga Minangkabau. Dengan pendekatan ini, pesan bahaya narkotika tidak lagi bersifat seremonial, melainkan hadir dan hidup di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi tegas Ketua Lembaga Anti Narkotika Kabupaten Dharmasraya, Dasriyan, yang meminta seluruh jajaran LAN Kabupaten Dharmasraya hingga ke tingkat kecamatan untuk tidak lagi hanya mengandalkan kegiatan formal, tetapi aktif turun langsung ke tengah masyarakat.

“Perang melawan narkotika tidak hanya di ruang rapat. Kita harus hadir di tengah masyarakat, dari rumah ke rumah, dari lapau ke lapau. Di sanalah kita bisa menyelamatkan generasi kita,” tegas Dasriyan dalam arahannya.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Hendra Kusuma Ketua Divisi Rehabilitasi Lembaga Anti Narkotika Kabupaten Dharmasraya, turun langsung ke lapangan bersama Bhabinkamtibmas Polsek Sitiung, Aipda Alfajri. Kegiatan tersebut salah satunya dilaksanakan di Kenagarian Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, pada Rabu, 15 April 2026.

Dalam setiap kunjungan, tim tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat, mendengarkan keresahan warga, serta memberikan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkotika yang kini semakin mengancam generasi muda.

Hendra Kusuma mengatakan bahwa upaya pemberantasan narkotika membutuhkan kolaborasi menyeluruh dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, TNI, kepolisian, maupun Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat sebagai garda terdepan.

“Peran masyarakat sangat penting. Tanpa kepedulian bersama, upaya pemberantasan narkotika tidak akan maksimal. Kita harus bergerak bersama,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi generasi muda saat ini yang dinilai semakin rentan terhadap penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, langkah preventif melalui edukasi langsung dinilai sebagai strategi paling efektif dalam membentengi generasi dari ancaman tersebut.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut masyarakat juga diberikan pemahaman terkait aspek hukum, khususnya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Warga di ingatkan bahwa penyalahgunaan dan peredaran narkotika memiliki konsekuensi hukum yang berat dan tidak pandang bulu.

Melalui gerakan masif dari rumah ke rumah dan dari lapau ke lapau ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama menolak dan melawan narkotika, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba mulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga, tuturnya. (DsP)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments