LAN Sumatera Barat Bakal Miliki Saka Pramuka, Terobosan Baru Perkuat P4GN di Ranah Minang

iklan adsense

LAN Sumatera Barat Bakal Miliki Saka Pramuka, Terobosan Baru Perkuat P4GN di Ranah Minang


PADANG, PIONIR---Diketahui, Satuan Karya (Saka) Rintisan merupakan satuan dalam Gerakan Pramuka yang masih berada pada tahap pengembangan dan diberlakukan secara terbatas di tingkat daerah, cabang, maupun ranting. Hal ini mengacu pada Petunjuk Penyelenggaraan Gerakan Pramuka Nomor 03 Tahun 2021 tentang Peraturan Satuan Karya Pramuka.

Dalam proses pembentukannya, terdapat sejumlah tahapan penting yang harus dilalui, mulai dari identifikasi kebutuhan, pengusulan pembentukan, kajian dan pertimbangan, penetapan sebagai Saka Rintisan, penyusunan kurikulum, pelaksanaan uji coba, hingga evaluasi untuk pengembangan menjadi Saka berskala nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat bakal memiliki Saka Pramuka yang difokuskan pada upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika (P4GN). Kehadiran Saka ini diharapkan menjadi wadah strategis dalam membina generasi muda agar memiliki ketahanan diri, karakter kuat, serta kesadaran kolektif dalam melawan bahaya narkoba.

Keseriusan tersebut semakin terlihat saat tim LAN Sumatera Barat melakukan koordinasi dengan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Sumatera Barat, Audy Joinaldy Datuak Rajo Pasisia Alam. Mantan Wakil Gubernur Sumatera Barat itu menyambut baik kedatangan tim LAN yang dipimpin Firman Sikumbang, serta menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan Saka Pramuka di bawah naungan LAN.

Wakil Ketua I LAN Provinsi Sumatera Barat, Titi Susiani, M.Pd, menegaskan bahwa pembentukan Saka ini merupakan langkah strategis untuk menyentuh generasi muda secara langsung melalui pendekatan kepanduan. Menurutnya, Pramuka menjadi ruang efektif dalam membangun karakter, kedisiplinan, serta kesadaran kolektif pelajar terhadap bahaya narkotika.

Senada dengan itu, Divisi P4GN LAN Sumatera Barat, Dr. Candrianto, ST, M.Pd, IPM, CSE, CPS, MaK3, menyampaikan bahwa Saka LAN nantinya akan menjadi wadah pembinaan yang terstruktur, tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga membekali generasi muda dengan keterampilan untuk menjadi pelopor dalam pencegahan narkotika.

Sementara itu, Sekretaris LAN Provinsi Sumatera Barat, Afrialdi Masbiran, SH, M.Hum, menyebut bahwa jika Saka LAN Sumbar ini terbentuk, maka akan menjadi gebrakan baru di Indonesia. Ia menegaskan bahwa LAN Sumatera Barat selama ini telah banyak berbuat dalam penguatan P4GN di Ranah Minang melalui berbagai program inovatif.

Salah satu program unggulan tersebut adalah pemberdayaan kembali peran niniak mamak sebagai agen perubahan dalam kaum masing-masing. Upaya ini telah diwujudkan bersama niniak mamak dari sembilan tapian di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX, Kecamatan Kuranji, dan akan terus diperluas ke tingkat kota serta kabupaten di seluruh Sumatera Barat.

“Strategi ini terbukti efektif dan menuai apresiasi dari berbagai pihak. Bahkan, pergerakan LAN Sumatera Barat saat ini menjadi perhatian publik di Ranah Minang. Dedikasi dan pengabdian LAN Sumbar mulai mendapat sorotan dari berbagai organisasi sosial kemasyarakatan,” ujar Afrialdi.

Sementara itu, Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menggiatkan program LAN Go to Nagari sebagai strategi utama dalam pemberantasan narkotika berbasis masyarakat.

Menurut Firman, program ini memberdayakan seluruh unsur masyarakat mulai dari niniak mamak, tokoh masyarakat, cadiak pandai, alim ulama, bundo kanduang, hingga pemuda parik paga nagari sebagai basis kekuatan dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.

“Kita akan menyasar sampai ke akar rumput. Jika sistem ini berjalan, maka ruang gerak pengedar dan pengguna akan semakin sempit, bahkan menjadi rumit,” tegasnya.

Di samping itu, LAN Sumbar juga terus menguatkan program LAN Go to School yang selama ini konsisten dijalankan sebagai bagian dari penguatan P4GN di kalangan pelajar.

Firman menjelaskan, program tersebut memberikan efek positif dalam membangun ketahanan diri pelajar agar mampu menolak bujuk rayu pengedar narkotika, sekaligus menyadarkan mereka yang masih abai terhadap bahaya narkotika.

Ia pun mengibaratkan kerja LAN seperti petugas pemadam kebakaran.

“Kita bekerja seperti pemadam kebakaran. Saat api menyala, yang diselamatkan terlebih dahulu adalah bangunan di sekitarnya agar api tidak meluas. Artinya, kita membangun benteng pertahanan diri, khususnya pada pelajar, agar tidak terjerumus,” jelas Firman.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa selain upaya pencegahan, LAN Sumbar juga mendorong efek jera bagi pengedar dan pengguna melalui kolaborasi dengan TNI/Polri, pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, serta memperkuat peran bundo kanduang dan pemuda parik paga nagari di tingkat nagari dan kelurahan.

Dengan sinergi yang kuat antara pendekatan budaya, pendidikan, dan kepanduan, kehadiran Saka Pramuka berbasis anti narkotika ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan generasi muda serta mempersempit ruang gerak peredaran narkotika di Sumatera Barat, tuturnya (tim)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments