Silaturahmi Dandim 0312/Padang dengan LAN, Satukan Langkah Hantam Jaringan Narkotika

iklan adsense

Silaturahmi Dandim 0312/Padang dengan LAN, Satukan Langkah Hantam Jaringan Narkotika


PADANG, PIONIR----Perang melawan narkotika tak lagi bisa ditangani dengan cara-cara normatif. Ancaman ini telah berevolusi, diam, sistematis, dan menyusup ke ruang paling intim di kehidupan masyarakat. Ia tidak lagi sekadar persoalan hukum, melainkan krisis sosial yang menggerus masa depan generasi muda. Dalam kondisi seperti ini, pendekatan setengah hati bukan hanya tidak efektif, tetapi berbahaya.

Di tengah situasi yang kian mengkhawatirkan itu, Dandim 0312/Padang, Kolonel Inf. Ferry Adianto, S.I.P., M.H.I. melontarkan peringatan tegas. Baginya, memutus satu mata rantai peredaran narkotika bukanlah keberhasilan, melainkan alarm untuk bergerak lebih dalam dan lebih berani.

“Ibarat rantai yang putus, itu bukan kemenangan. Itu justru pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar,” tegasnya saat menerima rombongan Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, dan Lembaga Anti Narkotika Kota Padang, di Cafe Kodim 0312/Padang, Senin (27/4/2026).

Pernyataan itu menampar cara pandang lama. Selama ini, penindakan kerap berhenti pada lapisan paling dangkal, pengguna dan kurir. Mereka yang tampak di permukaan dijadikan seolah-olah pusat persoalan, sementara aktor utama di balik layar tetap luput dari jerat hukum.

“Kalau kita hanya sibuk menangkap pelaku kecil, itu sama saja seperti memotong daun tanpa mencabut akar. Jaringan ini tidak akan pernah benar-benar mati,” ujarnya, tajam.

Realitas di lapangan menunjukkan hal yang sama, satu jalur diputus, jalur lain tumbuh. Satu kurir tertangkap, kurir lain muncul. Peredaran narkotika bekerja layaknya sistem yang terus beregenerasi. Selama sumber utama, para pemasok dan pengendali jaringan tidak disentuh, perang ini hanya akan berakhir tanpa akhir.

Karena itu, Ferry mendorong perubahan cara bertindak, lebih agresif, lebih presisi, dan berani menembus hingga ke inti jaringan. Aparat, menurutnya, tidak boleh puas dengan capaian-capaian simbolik yang hanya menyentuh permukaan.

“Kejar sampai ke otaknya. Jangan berhenti di tangan-tangan kecil di lapangan,” katanya menegaskan.

Namun ia juga mengingatkan, perang melawan narkotika tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Ada kekuatan yang jauh lebih menentukan, yaitu, masyarakat itu sendiri.

“Ini bukan sekadar penegakan hukum. Ini soal menyelamatkan anak nagari. Niniak mamak, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah harus kembali mengambil peran dalam kontrol sosial,” tegasnya.

Nada serupa disampaikan Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang. Ia menekankan bahwa benteng pertama melawan narkotika justru berada di lingkungan sosial terkecil.

“Kami tidak ingin hanya bicara di ruang seminar. Kami ingin masyarakat bergerak. Niniak mamak, tokoh adat, generasi muda, mereka harus jadi garda terdepan. Jika kontrol sosial hidup, ruang gerak peredaran akan menyempit dengan sendirinya,” ujarnya.

Menurut Firman, pendekatan represif tanpa pencegahan hanya menghasilkan efek kejut sesaat. Sebaliknya, pencegahan tanpa penindakan akan kehilangan daya gigit. Keduanya harus berjalan serempak, saling menguatkan, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Pertemuan di Cafe Kodim 0312/Padang itu pun menjelma menjadi forum strategis, bukan sekadar ajang silaturahmi. Di sana, berbagai gagasan diramu untuk memperkuat langkah P4GN, Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua LAN Sumbar Firman Sikumbang, Wakil Ketua I Titi Susiani, Sekretaris Afriadi Masbiran, Ketua LAN Kota Padang Hj. Yuliar, serta Bendahara Muchsien. Dandim turut di dampingi unsur intelijen Kodim 0312/Padang.

Diskusi berlangsung alot. Namun di sela-sela itu, canda tawa tetap mengalir, sebuah tanda bahwa di tengah beratnya persoalan, kebersamaan masih menjadi energi utama.

Dari forum itu, perang melawan narkotika bukan sekadar soal menangkap, tetapi soal keberanian membongkar hingga ke akar.

Selama pemasok masih bebas, selama itu pula ancaman akan terus beranak-pinak. Dan selama itu pula, perjuangan ini tidak akan pernah berhenti, tuturnya (tim)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments