Pionirnews.com//BUKITTINGGI, – Udara di Bukittinggi seakan turut menyaksikan momen bersejarah yang penuh khidmat. Pertemuan besar Kaum Suku Piliang Dt. Gampo Malayu bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah persaudaraan yang memeluk erat, di mana tradisi dan iman berdiri bahu-membahu.
Dalam suasana yang dipenuhi rasa hormat dan kasih, Ustadz Irsyad, Wakil Ketua I Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM), hadir menyampaikan nasihat yang menembus relung hati.
Ia menegaskan, persatuan bukan sekadar kata-kata indah, melainkan nyawa yang harus terus berdenyut.
"Marwah sebuah kaum tidak terletak pada kekayaan atau jabatan, melainkan pada eratnya tali silaturrahmi yang menyatukan hati. Agama menjadi pelita, dan Adat menjadi jalan. Keduanya harus berjalan beriringan agar kita tidak tersesat di tengah gempuran zaman," ujar Ustadz Irsyad penuh penekanan.
🏛️ LAKAM: Penjaga Api Kebudayaan
Peran LAKAM di sini bukan sekadar organisasi, melainkan wadah yang menampung aspirasi dan penjaga yang memelihara api kebudayaan Minangkabau agar tidak padam ditelan waktu. Lembaga ini hadir untuk memperkuat koordinasi, membumikan nilai-nilai luhur, dan memastikan bahwa akar budaya kita tetap kokoh menancap meski angin perubahan terus bertiup.
Acara ini semakin bermakna dengan diskusi hangat yang mengangkat peran mulia para Ninik Mamak. Mereka adalah tiang penyangga adat yang tugasnya bukan hanya memimpin, tapi juga membimbing, menjaga nama baik suku, dan memastikan warisan leluhur tetap terjaga kemurniannya di tengah hiruk-pikuk modernisasi.
🕊️ Akhir yang Penuh Harapan
Pertemuan ini ditutup bukan dengan kebisuan, melainkan dengan doa yang melayang tinggi menembus langit. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi bukti nyata bahwa selama semangat kebersamaan masih menyala di dada, Suku Piliang Dt. Gampo Malayu akan terus berdiri tegak, maju, dan membawa berkah bagi daerah. (Tb Mhd Arief Hendrawan)


0 Comments