Pelajar dan Mahasiswa Payakumbuh Bersatu Perangi Narkotika
Dalam forum tersebut, Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, tampil sebagai pemateri dengan gaya khas yang tegas, lugas, dan menyentuh. Ia mengupas secara mendalam peran organisasi kemasyarakatan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika, sekaligus menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dan pelajar sebagai garda terdepan dalam gerakan ini.
“Mahasiswa dan pelajar harus menjadi pelopor, bukan hanya penonton. Perang melawan narkoba tidak bisa ditunda, dan tidak bisa diserahkan kepada satu pihak saja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Firman dalam penyampaiannya yang disambut antusias para peserta.
Materi yang disampaikan tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga membangkitkan semangat juang. Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab berlangsung, di mana para peserta акtif berdiskusi dan menunjukkan kepedulian tinggi terhadap persoalan narkotika yang kian mengkhawatirkan.
Dari forum tersebut, lahir sebuah langkah nyata. Pada hari yang sama, dilakukan pembentukan struktur organisasi Lembaga Anti Narkotika yang melibatkan mahasiswa dan pelajar dari berbagai perguruan tinggi di Kota Payakumbuh. Adapun susunan kepengurusan yang terbentuk yakni Tarmizi Taher dari IDAQU Payakumbuh sebagai Wakil Ketua I, Muhammad Fiqkri dari Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh sebagai Wakil Ketua II, Chania Andika Fitri dari STIT Payakumbuh sebagai Sekretaris, serta Desi Handayani dari STIH Putri Maharaja sebagai Bendahara.
Tidak hanya pada jajaran pengurus inti, seluruh divisi dalam struktur organisasi tersebut juga di isi oleh pelajar dan mahasiswa. Keterlibatan mereka menjadi kekuatan utama dalam menjalankan berbagai program kerja, mulai dari edukasi, sosialisasi, hingga aksi nyata di tengah masyarakat.
Gerakan ini semakin kokoh dengan kehadiran mantan Wakapolres Payakumbuh, AKBP (Purn) Rusirwan, SH, yang dipercaya menakhodai perjuangan melawan peredaran gelap narkotika di wilayah tersebut. Di bawah arahannya, gerakan ini diharapkan mampu berjalan secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Tak hanya mahasiswa, pelajar yang tergabung dalam Paskibra Angkatan 2025 juga turut menyatakan sikap untuk bergabung dalam gerakan ini. Dengan penuh semangat, mereka menyatakan kesiapan untuk menjadi bagian dari garda terdepan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan yang digelar oleh Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat ini menjadi titik awal lahirnya sebuah gerakan kolektif lintas generasi dan lintas institusi. Dari ruang edukasi di Tuah Sakato, kini tumbuh tekad bersama untuk melawan narkotika. Mahasiswa dan pelajar Payakumbuh telah menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari kesadaran, diperkuat oleh kebersamaan, dan diwujudkan dalam aksi nyata demi masa depan yang lebih baik. (tim)


0 Comments