Menjadikan Manusia Lebih Manusia Saat Peringatan Hardiknas 2026

iklan adsense


Pionirnews.com//PADANG, – Matahari pagi seolah turut menyaksikan kehangatan semangat yang memeluk Lapangan Apeksi, Balai Kota Padang, Sabtu (2/5/2026). Di sini, Hari Pendidikan Nasional dan usia emas Otonomi Daerah ke-30 berjabat tangan erat, menjadi saksi bisu perjalanan panjang menuntut ilmu dan membangun daerah.

Upacara khidmat ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, di hadapan ribuan insan pendidikan dan pemangku kebijakan yang hadir memayungi acara. Dari DPRD, unsur Forkopimda, jajaran OPD, hingga para pendidik dari berbagai jenjang sekolah, mereka hadir bukan sekadar sebagai hadirin, melainkan sebagai penjaga api masa depan generasi bangsa.

Dalam amanatnya, suara Buya Maigus Nasir menembus batas sekadar instruksi, ia menjadi sebuah renungan jiwa. Ia mengingatkan bahwa pendidikan bukanlah mesin pencetak nilai atau gelar, melainkan sebuah seni memanusiakan manusia. Sebuah pesan abadi yang ditinggalkan oleh Bapak Pendidikan, Ki Hajar Dewantara, yang kini kembali berbisik di telinga kita.

"Pendidikan harus bernapas dengan sistem Among. Ia harus mampu Mengasah akal agar tajam, Mengasihi hati agar lembut, dan Mengasuh jiwa agar tumbuh kokoh. Ilmu tanpa kasih sayang ibarat pohon yang tak berbuah," tegasnya dengan nada yang dalam.

Menurutnya, undang-undang dan konstitusi hanyalah tulisan mati jika tidak dijiwai dengan niat luhur. Pendidikan sejatinya memiliki misi besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak peradaban. Ia bertugas menanamkan iman yang kokoh, akhlak yang harum, serta kemandirian yang tangguh—baik untuk tubuh yang sehat maupun roh yang dewasa.

Di tangan pendidikan, kejujuran bukan sekadar kata, melainkan tulang punggung karakter. Tanggung jawab bukan beban, melainkan bukti kedewasaan.

Maigus Nasir menegaskan, membangun SDM unggul bukan perjalanan seorang diri, melainkan tarian bersama yang indah. Dan di barisan paling depan, ada Guru.

"Guru adalah pelita yang tak pernah lelah memancarkan cahaya, meski dirinya sendiri sering kali terbakar. Mereka bukan sekadar pengajar, melainkan cermin akhlak dan arsitek peradaban yang membentuk masa depan dengan tangan penuh kasih," pungkasnya bijak.


Peringatan kali ini menjadi momentum di mana Otonomi Daerah yang kini menginjak usia 30 tahun, berjanji untuk terus menjadi kaki yang melangkah membawa pendidikan Padang melangit, menjadikan kota ini tempat di mana setiap insan bisa tumbuh menjadi versi terbaik dirinya. (Tb Mhd Arief Hendrawan)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments