DI PASAR RAYA KOTA PADANG: LAUTAN MANUSIA BERGERAK SEIRAMA — HARI ANTI NARKOBA 2026 UKIR SUMPAH ABADI: “KAMI TIDAK AKAN MEMBERI CELAH BAGI RACUN YANG MEMATIKKAN!”

iklan adsense

Pionirnews.com|| PADANG, — Di bawah langit cerah yang seolah ikut membusungkan dada penuh kebanggaan, kawasan Pasar Raya Fase VII yang kini telah berubah wajah menjadi rapi, tertata, dan ramah tamah itu, tiba‑tiba berdenyut dengan irama baru yang jauh lebih dahsyat maknanya daripada sekadar hiruk‑pikuk perdagangan biasa.

Jalanan di sekitarnya seolah bangun dan melebar, tembok‑tembok bangunan berdiri tegak menjadi saksi bisu, sementara udara yang berhembus membawa serta gema seruan lantang yang bergulung dari satu ujung ke ujung lain: Kota Padang sedang menggelar pesta persatuan sekaligus pengadilan tegas terhadap musuh tak terlihat yang paling berbahaya: Narkotika!

Momen agung ini tercatat rapi dalam sejarah sebagai rangkaian Apel Akbar dan Kirab Besar Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tahun 2026. Upacara pembukaan dan pelepasan barisan peserta dilakukan secara resmi dan penuh wibawa oleh Bapak Wakil Wali Kota Padang, H. Maigus Nasir, M.Pd. — sosok yang berdiri di sana bukan sekadar sebagai pemimpin pemerintahan, melainkan sebagai ayah kota yang mengangkat suara hati seluruh warga untuk memanggil semua pihak bergerak bahu‑membahu.

Dalam sambutannya yang bergema menyusuri setiap lorong pasar, Bapak Wakil Wali Kota Maigus Nasir mengajak segenap lapisan masyarakat menyadari satu kenyataan yang tidak boleh lagi ditutup mata: bahaya narkoba kini telah merayap makin luas dan mengkhawatirkan, seolah‑olah mencari celah terkecil untuk merusak tunas‑tunas muda masa depan. 

Di sinilah beliau menegaskan kembali kebenaran yang paling mendasar dan menjadi akar segala pertahanan: Bahwa Benteng Pertama dan Paling Kokoh Berdiri Ada di Dalam Rumah Tangga Sendiri!

“Keluarga adalah ruang jantung pertahanan itu,” ujar beliau dengan nada lembut namun tegas seolah berbicara langsung kepada setiap orang tua yang hadir. “Mata dan hati ayah ibu haruslah menjadi pengamat yang paling peka dan cepat tanggap; setiap perubahan kecil dalam tingkah laku, kebiasaan, atau watak anak harus segera disapa dan diperhatikan — jangan sampai ada jarak yang melebar hingga racun itu sempat menyusup masuk tanpa diketahui.”

Menurut pandangan beliau pula, jika benih‑benih pengawasan, kasih sayang, dan perhatian tumbuh subur sejak awal di lingkungan rumah, maka pengaruh jahat yang mengancam dari luar akan menemui pintu yang terkunci rapat dan dinding yang tak bisa ditembus.

Dan agar perlindungan ini tidak hanya berhenti sebagai seruan semata, Pemerintah Kota Padang telah menanamkan pula berbagai program kerja yang hidup dan berjalan nyata di tengah masyarakat — semuanya bertujuan satu: Melahirkan Generasi Emas Padang yang Bersih, Bercahaya, dan Bebas dari Belenggu Zat Mematikan. 

Di antara jalan‑jalan cemerlang itu, bersinarlah nama besar Program Padang Cerdas: sebuah jembatan emas yang mengantar putra‑putri terbaik tanah kelahiran melangkah melanjutkan pendidikan hingga ke negeri seberang, dibiayai sepenuhnya dari dukungan anggaran daerah — agar ilmu menjadi tameng cahaya yang mengusir kegelapan kebodohan dan penyimpangan.

Tak kalah penting dan bernyawa di tengah denyut kehidupan warga, tumbuh dan berkembang pula Gerakan Smart Surau. Di sini, tempat ibadah yang suci tidak lagi hanya berdiri diam sebagai bangunan, melainkan berubah menjadi ruang pembinaan yang hangat dan aktif: di mana iman disiram dan diperkuat, akhlak ditempa hingga bersih, serta karakter yang kokoh dibentuk sejak dini.

Sehingga kelak, jiwa‑jiwa muda yang lahir dari lingkungan ini akan tumbuh bagaikan pohon yang akarnya kuat menancap pada agama dan budaya — sehingga badai pengaruh buruk sekencang apa pun takkan mampu mengguncangnya.

Hari itu, Pasar Raya dipenuhi oleh lautan enam ratus jiwa yang berkumpul serempak: setiap orang yang hadir membawa serta semangat organisasi dan lingkungannya masing‑masing, namun di sini semuanya melebur menjadi satu tubuh raksasa yang bernapas sama. 

Di samping Wakil Wali Kota Padang terlihat berdiri kokoh mendampingi Sekretaris Daerah Kota Padang, Bapak Raju Minropa; hadir pula Kepala Dinas Perdagangan, Bapak Fizlan; serta Bapak Andi Amir yang mewakili Badan Kesbangpol dalam kapasitas Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan — semuanya menjadi bukti nyata bahwa pertempuran ini adalah urusan bersama dari segala tingkatan kekuasaan dan pelayanan.

Barisan peserta yang berjalan dalam kirab dan berdiri tegak saat apel pun memancarkan kekayaan wajah budaya dan persatuan Ranah Minang: ada Bundo Kanduang yang membawa kewibawaan adat perempuan; ada Pemuda Panca Marga, KSB, Majelis Taklim, PSM, PMI; ada pula Dubalang Kota — penjaga ketertiban yang berjalan gagah; serta pengurus dan anggota Lembaga Anti Narkoba (LAN) se‑Kota Padang, beriringan dengan puluhan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Dari barisan penyelenggara, Ibu Yuliar, S.Sos., M.M. — Ketua LAN Kota Padang, didampingi erat oleh Sekretaris LAN, Bapak Zalfitra, S.Sos.I., menyampaikan rasa syukur dan penghargaan yang meluap‑luap. Beliau menegaskan betapa luar biasanya dukungan yang mengalir deras dari Pemerintah Kota Padang. “Perlu diketahui,” ujarnya dengan nada kagum, “bahwa persiapan kami hanya berjalan dalam waktu singkat, sekitar satu minggu saja. Namun berkat tangan‑tangan yang saling mengulurkan bantuan, dukungan penuh Pemko Padang, kerja keras tanpa kenal lelah dari panitia inti yang dipimpin Bapak Sudirusman, Koordinasi Lapangan bersama Masrizal Rabais, serta rekan‑rekan Novri Efendi, Hengki, dan Muchsin — mimpi besar ini terwujud menjadi kenyataan yang indah dan penuh kemegahan!”

Pemilihan lokasi kegiatan di Pasar Raya Fase VII pun ternyata bukan sekadar kebetulan: di samping kedudukannya yang strategis dan mudah dijangkau oleh siapa saja, langkah ini juga turut memeluk dan mendukung tekad pemerintah untuk menghidupkan kembali napas dan denyut jantung pasar tradisional sebagai pusat kehidupan ekonomi rakyat. Dan hari itu pun terbukti benar: pasar yang kini makin bersih dan nyaman itu kembali dipenuhi semangat baru, bukan hanya sebagai tempat jual beli barang, melainkan sebagai panggung pengukiran sejarah moral kota.

Puncak dari seluruh rangkaian gerakan dan perjalanan itu tiba pada momen yang paling menyentuh hati: Upacara Deklarasi Tolak Narkoba yang Menjadi Janji Bersama Tak Terbatalkan. Dengan suara serempak yang bergema hingga ke langit, seluruh peserta membacakan pernyataan sikap tegas di hadapan Wakil Wali Kota dan para pemimpin: bahwa kami tidak akan berpaling, tidak akan lelah, dan tidak akan berhenti berjuang melawan peredaran gelap serta penyalahgunaan racun ini.

Dan sebagai cap yang abadi agar tidak hilang ditelan waktu, terbentanglah kembali selembar Kain Putih Suci — di mana satu demi satu nama ditandatangani: mulai dari Bapak Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, unsur‑unsur Forkopimda, hingga ratusan tangan peserta yang hadir. Setiap coretan tinta itu seolah berubah menjadi butiran sumpah yang menempel kuat: “Di atas lembaran ini, kami ukir janji: Kota Padang harus dan akan tetap bersih, sehat, dan terjaga dari segala bentuk narkotika!”

Melalui peringatan bersejarah Hari Anti Narkoba Internasional tahun 2026 ini, Lembaga Anti Narkoba Kota Padang menaruh harapan besar yang melambung tinggi: semoga kesadaran yang hari ini sudah menyala terang di dada setiap warga, kelak akan terus tumbuh menjadi api yang makin besar dan menyebar ke setiap penjuru nagari. Semoga pula ikatan persaudaraan dan sinergi yang terjalin hari ini — antara pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, dan seluruh lapisan warga kecil hingga besar — menjadi semakin kokoh bagaikan tembok benteng gunung. Dan akhirnya, semoga semua gerakan indah ini sampai kepada satu tujuan utama yang paling mulia: Menyelamatkan, Melindungi, dan Meneruskan kehidupan Generasi Bangsa agar tetap suci, berharga, dan siap membawa nama Ranah Minang melangkah ke masa depan yang cemerlang.(Tb Mhd Arief Hendrawan)

 

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments