Firman Sikumbang, Rapuhnya Adat Berawal dari Lemahnya Iman

iklan adsense

Firman Sikumbang, Rapuhnya Adat Berawal dari Lemahnya Iman


PADANG, PIONIR – Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengembalikan marwah urang Minangkabau yang di nilai mulai tergerus oleh perkembangan zaman. Ajakan tersebut disampaikannya saat berdialog bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, dan warga di Dhamar Shaker, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kota Padang, Jumat (17 Juli 2026).

Dalam dialog tersebut, Firman Sikumbang menegaskan bahwa kemajuan zaman tidak boleh menghilangkan jati diri masyarakat Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

"Kita harus mengembalikan marwah urang Minang yang mulai tergerus oleh kemajuan zaman. Rapuhnya adat berawal dari lemahnya iman. Jika iman kuat, maka adat akan tetap kokoh. Urang Minang harus bangkit," tegas Firman Sikumbang.

Menurutnya, ketika adat mulai ditinggalkan dan nilai-nilai agama semakin melemah, berbagai persoalan sosial akan bermunculan. Ia menilai kondisi tersebut berdampak pada semakin maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, meningkatnya praktik prostitusi, serta berkembangnya berbagai perilaku yang bertentangan dengan norma adat dan agama. Akibatnya, rasa malu yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau semakin memudar, moral generasi muda terancam, dan jati diri urang Minang perlahan terkikis.

Firman Sikumbang menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau aparat penegak hukum. Seluruh elemen masyarakat harus mengambil peran, terutama niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, tokoh pemuda, serta keluarga sebagai benteng pertama dalam membentuk karakter generasi penerus.

Ia mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai adat, memperkuat pendidikan agama, dan menanamkan akhlak mulia sejak usia dini. Menurutnya, apabila adat dan agama kembali berjalan seiring sebagaimana falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, maka Minangkabau akan mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak, berbudaya, serta memiliki kepedulian terhadap kampung halaman.

"Urang Minang harus bangkit. Jangan biarkan kemajuan zaman menghilangkan identitas kita. Mari kita kembalikan marwah Minangkabau dengan memperkuat adat, memperteguh iman, menjaga keluarga dari bahaya narkotika, serta membangun generasi yang bermoral dan bertanggung jawab. Jika rasa malu telah hilang, maka diri dan masa depan bangsa akan ikut tergadai," pungkas Firman Sikumbang. (tim)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments