Hujan Tak Halangi Kebersamaan, Nobar Kebangsaan Korem 032/Wirabraja Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

iklan adsense

Hujan Tak Halangi Kebersamaan, Nobar Kebangsaan Korem 032/Wirabraja Pererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat


PADANG, PIONIR – Malam itu langit Kota Padang masih menyisakan gerimis. Rintik hujan yang beberapa saat sebelumnya membasahi halaman Makorem 032/Wirabraja di Jalan Jenderal Sudirman seolah menjadi ujian kecil bagi sebuah kegiatan yang telah lama dipersiapkan. Namun, alam justru menjadi saksi bahwa semangat persaudaraan tidak pernah dapat dikalahkan oleh cuaca.

Satu per satu masyarakat mulai berdatangan. Ada mahasiswa dengan almamater kebanggaannya, para tokoh masyarakat, insan pers, pelaku UMKM yang sibuk menata dagangan, organisasi kemasyarakatan, aparat pemerintah, hingga keluarga yang membawa anak-anak mereka. Tak lama kemudian halaman Makorem dipenuhi ratusan orang yang datang bukan sekadar untuk menyaksikan pertandingan sepak bola bersama, tetapi untuk merasakan sebuah kebersamaan yang mulai jarang ditemukan di tengah kehidupan modern.

Di tengah keramaian itu hadir Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno, S.AP., M.A. bersama Kasrem Kolonel Inf. Irvan Yusri, S.I.P., M.Han., para pejabat Korem, Dandim 0312/Padang Kolonel Inf. Ferry Adianto, S.I.P., M.H.I., Mayor Kav Sukri, unsur Kabinda, BNN Provinsi Sumatera Barat, Kepala TVRI Sumbar, Kepala Biro Umum Setdaprov Sumbar, insan pers, LSM, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Tidak tampak sekat antara seorang jenderal dengan masyarakat yang hadir. Tidak ada ruang eksklusif yang membatasi. Semua duduk berdampingan. Semua menikmati suasana yang sama. Itulah pesan paling sederhana namun paling kuat dari kegiatan bertajuk Nobar Kebangsaan dengan tema "TNI Untuk Rakyat".

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Aji Mimbarno mengaku sangat bersyukur melihat antusiasme masyarakat yang tetap hadir meskipun cuaca sempat tidak bersahabat. Baginya, kehadiran masyarakat bukan hanya memenuhi undangan, tetapi menjadi simbol bahwa semangat persatuan masih hidup di tengah masyarakat Sumatera Barat.

"Kehadiran Bapak dan Ibu malam ini adalah kebanggaan bagi kami. Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk hadir dan bersilaturahmi bersama keluarga besar Korem 032/Wirabraja. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga dan menjadi kekuatan kita dalam menjaga persatuan bangsa," ujar Danrem.

Ucapan tersebut bukan sekadar sambutan seremonial. Sepanjang malam, Brigjen TNI Aji Mimbarno membuktikannya dengan tindakan nyata. Ia berjalan di tengah kerumunan, menyapa warga satu per satu, melayani permintaan foto bersama, berbincang dengan mahasiswa, berdialog dengan tokoh masyarakat, menyapa wartawan, hingga bercanda dengan anak-anak yang datang bersama orang tuanya.

Pemandangan itu memperlihatkan wajah TNI yang humanis. Sebuah potret bahwa kekuatan TNI bukan hanya terletak pada kemampuan mempertahankan kedaulatan negara, tetapi juga pada kemampuannya membangun kedekatan emosional dengan rakyat.

Momen hangat lainnya terjadi ketika Danrem secara spontan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kasrem Kolonel Inf. Irvan Yusri yang tepat berulang tahun pada malam itu. Tepuk tangan bergemuruh memenuhi halaman Makorem. Sederhana, tetapi menghadirkan keakraban yang membuat seluruh peserta merasa menjadi bagian dari keluarga besar Korem 032/Wirabraja.

Di balik kemeriahan acara, tersimpan pesan sosial yang sangat kuat. Korem 032/Wirabraja sengaja melibatkan puluhan pelaku UMKM lokal untuk menyediakan berbagai makanan dan minuman bagi seluruh peserta. Semua hidangan disajikan secara gratis.

Kebijakan tersebut bukan sekadar bentuk jamuan kepada tamu, tetapi menjadi bukti nyata bahwa TNI juga hadir untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Ketika pelaku UMKM diberi ruang untuk berkembang, sesungguhnya TNI sedang membangun ketahanan ekonomi rakyat dari tingkat paling bawah.

Dengan penuh keakraban, Danrem bahkan mengajak seluruh peserta menikmati seluruh hidangan yang tersedia.

"Silakan dinikmati semuanya. Tidak perlu membayar. Saya berharap malam ini semua makanan habis karena kita nikmati bersama," ujarnya sambil tersenyum.

Kalimat sederhana itu disambut tawa para peserta. Namun di balik candaan tersebut tersimpan filosofi tentang kebersamaan: tidak ada yang merasa menjadi tamu, karena malam itu semua adalah keluarga.

Sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat, Korem 032/Wirabraja juga membagikan sekitar 160 doorprize. Hadiah-hadiah tersebut semakin menyemarakkan suasana dan menghadirkan kebahagiaan yang sederhana, tetapi berkesan bagi masyarakat.

Ketika pertandingan dimulai, sorak sorai penonton bergema memenuhi halaman Makorem. Namun, yang paling menarik bukanlah siapa yang menang atau kalah. Yang menjadi pemenang sesungguhnya adalah rasa persaudaraan yang tumbuh di antara seluruh peserta.

Brigjen TNI Aji Mimbarno mengingatkan bahwa olahraga mengajarkan sportivitas, persatuan, dan saling menghargai. Menang ataupun kalah merupakan hal yang biasa, sedangkan persaudaraan harus tetap menjadi nilai yang dijaga bersama.

Candaan mengenai tim favorit yang dilemparkannya kepada Kasrem kembali mengundang tawa seluruh hadirin. Suasana yang cair itu memperlihatkan bahwa seorang pemimpin tidak selalu harus tampil formal, tetapi juga mampu membangun kedekatan melalui kesederhanaan.

Nobar Kebangsaan yang digelar Korem 032/Wirabraja sejatinya bukan hanya tentang sepak bola. Di balik layar besar yang menayangkan pertandingan, tersimpan misi yang jauh lebih besar, yakni memperkuat komunikasi sosial antara TNI dengan rakyat, memperkokoh kemanunggalan, membangun kepercayaan publik, sekaligus merawat semangat persatuan di tengah keberagaman.

Di era ketika masyarakat semakin banyak berinteraksi melalui ruang digital, kegiatan seperti ini menjadi sangat penting. Tatap muka, berdialog, berbagi tawa, makan bersama, hingga duduk berdampingan tanpa memandang jabatan merupakan cara sederhana namun efektif untuk memperkuat ikatan sosial yang menjadi fondasi kokoh kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hingga acara berakhir, Brigjen TNI Aji Mimbarno dan Kasrem masih meluangkan waktu untuk berdialog dengan masyarakat. Tidak ada kesan terburu-buru meninggalkan lokasi. Justru dari obrolan-obrolan ringan itulah lahir kedekatan yang tidak dapat dibangun melalui seremoni formal.

Malam itu, Korem 032/Wirabraja sekali lagi membuktikan bahwa semboyan "TNI Untuk Rakyat" bukan sekadar slogan yang dipasang di spanduk atau diucapkan dalam pidato. Semangat tersebut diwujudkan melalui tindakan nyata: membuka ruang silaturahmi, menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM, menghadirkan hiburan yang menyatukan berbagai kalangan, serta membangun hubungan yang harmonis antara TNI dan rakyat.

Karena pada hakikatnya, kekuatan pertahanan negara tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alutsista atau ketangguhan prajurit di medan tugas. Kekuatan terbesar bangsa Indonesia terletak pada persatuan rakyat dan TNI yang berjalan seiring, saling percaya, saling menjaga, serta bersama-sama mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Malam di Makorem 032/Wirabraja menjadi bukti bahwa ketika rakyat dan TNI menyatu, semangat kebangsaan akan selalu hidup dan Indonesia akan tetap berdiri kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman. (tim)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments