LAN Sumbar Bentuk Panitia Pelaksana HANI 2026, Siap Gelar "Baralek Gadang"

iklan adsense

LAN Sumbar Bentuk Panitia Pelaksana HANI 2026, Siap Gelar "Baralek Gadang"



PADANG, PIONIR – Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat resmi membentuk Panitia Pelaksana (Panpel) Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 dalam rapat yang digelar di Kantor LKAAM Sumatera Barat, Selasa (30/6/2026). Rapat dihadiri oleh jajaran Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB), para wakil ketua, ketua divisi, serta pengurus LAN Provinsi Sumatera Barat.

Rapat berlangsung penuh kebersamaan dan menghasilkan sejumlah keputusan strategis sebagai langkah awal menyukseskan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026. Salah satu keputusan penting adalah pelaksanaan Baralek Gadang HANI 2026, yang akan digelar melalui kolaborasi dengan BNNP Sumatera Barat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, LKAAM Sumatera Barat, Bundo Kanduang, niniak mamak, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Konsep "Baralek Gadang" dipilih sebagai simbol persatuan dan semangat gotong royong masyarakat Minangkabau dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. LAN Sumatera Barat ingin menghadirkan peringatan HANI yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi gerakan sosial yang mampu membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap bahaya narkoba.

Dalam agenda pembentukan panitia, forum secara musyawarah mempercayakan Iptu (P) Yanuar, Wakil Ketua III LAN Provinsi Sumatera Barat, sebagai Ketua Panitia Pelaksana HANI 2026. Titi Lavine ditunjuk sebagai Sekretaris Panitia, sedangkan Zulkifli, SH., MH. dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara Panitia.

Sekretaris LAN Provinsi Sumatera Barat, Afrialdi Masbiran, SH., M.Hum., mengatakan bahwa pembentukan panitia merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan secara matang dan profesional.

"Melalui Baralek Gadang HANI 2026, kita ingin menunjukkan bahwa perang melawan narkotika merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Kolaborasi antara pemerintah, BNNP, lembaga adat, Bundo Kanduang, organisasi masyarakat, dan generasi muda menjadi kekuatan utama dalam menyelamatkan generasi penerus dari ancaman narkoba," ujarnya.

Sementara itu, Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, mengajak seluruh pengurus LAN dan masyarakat Sumatera Barat untuk menjadikan HANI 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan dalam mendukung gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

"HANI bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi panggilan moral bagi kita semua. Narkotika adalah musuh bersama yang mengancam masa depan generasi bangsa. Karena itu, LAN Sumatera Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, bergandengan tangan, dan mengambil bagian dalam gerakan penyelamatan generasi muda dari bahaya narkoba. Dengan semangat Baralek Gadang, kita buktikan bahwa masyarakat Minangkabau memiliki kepedulian, kekompakan, dan komitmen yang kuat dalam mewujudkan Sumatera Barat Bersih Narkoba," tegas Firman Sikumbang.

Firman juga mengapresiasi seluruh pengurus LAN Provinsi Sumatera Barat yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mempersiapkan HANI 2026. Ia berharap seluruh panitia dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan, serta membangun koordinasi yang baik dengan seluruh mitra sehingga kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, sukses, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Panitia yang telah terbentuk akan segera menyusun program kerja, membentuk seksi-seksi kepanitiaan, dan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Rangkaian kegiatan HANI 2026 direncanakan meliputi sosialisasi P4GN, edukasi bahaya narkotika, pelayanan kepada masyarakat, kegiatan budaya, serta berbagai aktivitas yang melibatkan generasi muda sebagai garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai adat Minangkabau, LAN Provinsi Sumatera Barat optimistis Baralek Gadang Hari Anti Narkotika Internasional 2026 akan menjadi momentum bersejarah yang memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga adat, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Ranah Minang, tukasnya (tim)


iklan adsense

Post a Comment

0 Comments