Terungkapnya Pabrik Sabu Rumahan Jadi Alarm Keras, LAN Sumbar Perkuat Peran Niniak Mamak Persempit Ruang Gerak Pengedar
Menyikapi kondisi tersebut, Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat bersama LAN Kota Padang bergerak cepat memperkuat upaya pencegahan berbasis masyarakat. Langkah yang ditempuh adalah mempersempit ruang gerak para pelaku peredaran gelap narkotika melalui pemberdayaan peran niniak mamak, tokoh masyarakat, urang tuo, tokoh pemuda, serta seluruh unsur masyarakat di setiap kelurahan dan nagari.
Sebagai langkah awal, LAN Sumbar menggelar silaturahmi dan penguatan masyarakat di Kelurahan Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Niniak Mamak Kampung Jua, Darwis, Tokoh Masyarakat Uncu Kampung Jua, Urang Tuo Kampung Jua, Zainul, Tokoh Pemuda Kampung Jua, Dayat, serta sejumlah tokoh masyarakat yang berkomitmen mendukung gerakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, hadir langsung didampingi Tim P4GN LAN Sumbar, yakni Ipatri Nutmaja, S.P., M.P., dan Muchsin, S.Sos.
Dalam kesempatan tersebut, Firman Sikumbang mengatakan bahwa terungkapnya pabrik sabu rumahan di Kota Padang harus menjadi momentum kebangkitan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyatakan perang terhadap narkotika. Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak akan berhasil apabila hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, terutama para pemangku adat yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabau.
"Narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengancam masa depan generasi bangsa. Ketika sebuah laboratorium sabu berhasil berdiri di daerah kita, itu menjadi peringatan bahwa para pelaku terus mencari celah. Karena itu, kita tidak boleh lengah. Seluruh elemen masyarakat harus menjadi mata dan telinga dalam mencegah peredaran narkotika," tegas Firman.
Menurut Firman, dalam falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, niniak mamak memiliki tanggung jawab moral menjaga anak kemenakan. Nilai-nilai adat tersebut harus kembali dihidupkan sebagai benteng sosial untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika. Apabila seluruh masyarakat memiliki kepedulian terhadap lingkungan, mengenali aktivitas yang mencurigakan, serta berani melaporkan dugaan penyalahgunaan narkotika kepada aparat, maka ruang gerak para bandar dan pengedar akan semakin sempit.
Untuk memperkuat gerakan tersebut, Firman Sikumbang menunjuk Ipatri Nutmaja, S.P., M.P., dan Muchsin, S.Sos. sebagai koordinator dalam membangun sinergi dengan tokoh masyarakat dan pemangku adat di wilayah Kota Padang. Keduanya diberi mandat untuk membawa program kerja LAN kepada Kerapatan Adat Nagari (KAN) sebagai bagian dari penguatan peran adat dalam mendukung program P4GN.
Melalui koordinasi tersebut, LAN berharap ketua KAN dapat menginstruksikan seluruh niniak mamak di setiap tapian/ kelurahan agar bersama-sama menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan masing-masing dari ancaman penyalahgunaan peredaran gelap narkotika. Dengan dukungan para pemangku adat, pengawasan terhadap lingkungan di yakini akan semakin kuat karena masyarakat memiliki kedekatan sosial dan budaya yang mampu mendeteksi berbagai aktivitas mencurigakan sejak dini.
Ipatri Nutmaja mengatakan, pendekatan berbasis adat merupakan kekuatan utama masyarakat Minangkabau dalam menjaga anak kemenakan dari berbagai pengaruh negatif, termasuk bahaya narkotika.
"Melalui Kerapatan Adat Nagari, kami berharap seluruh niniak mamak dapat bergerak bersama. Ketika semua unsur adat bersatu, tidak akan ada ruang yang nyaman bagi para pengedar narkotika untuk beroperasi di tengah masyarakat," ujarnya.
Senada dengan itu, Muchsin menambahkan bahwa kolaborasi antara LAN, KAN, tokoh masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum merupakan langkah strategis dalam membangun sistem deteksi dini berbasis masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, LAN Sumbar bersama LAN Kota Padang telah menyiapkan agenda silaturahmi dan koordinasi dengan para niniak mamak se-Kecamatan Lubuk Kilangan. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal membangun komitmen bersama dalam menjaga wilayah dari ancaman peredaran narkotika.
"Insya Allah dalam waktu dekat LAN Sumbar dan LAN Kota Padang akan duduk bersama dengan para niniak mamak se-Kecamatan Lubuk Kilangan. Kami ingin membangun gerakan bersama, sehingga setiap kelurahan memiliki sistem pengawasan berbasis masyarakat dan adat. Dengan demikian, ruang gerak para pengedar narkotika akan semakin sempit dan Sumatera Barat dapat menjadi daerah yang benar-benar tangguh dalam melawan narkotika," tukas Firman Sikumbang. (tim)


0 Comments