Hujan Pertanyaan Warnai Konsolidasi Akbar LAN Sumbar, Pelajar dan Bundo Kanduang Tunjukkan Kepedulian

iklan adsense

Hujan Pertanyaan Warnai Konsolidasi Akbar LAN Sumbar, Pelajar dan Bundo Kanduang Tunjukkan Kepedulian


PADANG, PIONIR — Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat menggelar Konsolidasi Akbar Penguatan P4GN sebagai bentuk komitmen bersama dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Ranah Minang.Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Utama 2 Lantai 2 DPRD Provinsi Sumatera Barat, Sabtu, 22 Agustus 2026. 

Kegiatan konsolidasi tersebut mengusung tema “Kami Tidak Rela Ranah Minang Dijadikan Daerah Peredaran Gelap Narkotika.”

Kegiatan tersebut di hadiri Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama dan Ormas, Muzahar, S.Sos, M.Si, Bundo Kanduang Kecamatan Padang Selatan, Bundo Kanduang Seberang Padang Nurmani Gani, Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang, perwakilan pelajar SMA 1 Padang, perwakilan BEM Universitas Andalas, perwakilan BEM Fakultas Tarbiyah UIN Imam Bonjol Padang, serta perwakilan Ninik Mamak 8 Suku Kota Padang yang diwakili oleh Helfin Rajo Sampono.

Konsolidasi ini juga di hadiri pengurus dan anggota LAN Provinsi Sumatera Barat yang selama ini terus mendorong penguatan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di tengah masyarakat.

Bertindak sebagai pemateri utama dalam kegiatan tersebut adalah Muzahar, S.Sos, M.Si, selaku Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama dan Ormas, serta Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, SE

Dalam paparannya, Muzahar dan Firman Sikumbang menyampaikan berbagai persoalan mendasar terkait ancaman narkotika terhadap generasi muda, keluarga dan lingkungan sosial.

Muzahar menekankan bahwa persoalan narkotika bukan semata-mata persoalan hukum, tetapi juga berkaitan erat dengan ketahanan ekonomi, sosial budaya, agama, keluarga dan masa depan generasi muda. Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun benteng pencegahan.

Sementara itu, Firman Sikumbang mengajak seluruh peserta untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan narkotika. Menurutnya, gerakan melawan narkotika harus dibangun secara bersama-sama dengan melibatkan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat, mahasiswa, pelajar dan pemuda.

Suasana Konsolidasi Akbar semakin hidup ketika memasuki sesi dialog dan tanya jawab. Para peserta terlihat sangat antusias menyampaikan pertanyaan kepada para pemateri. Bahkan, terjadi “hujan pertanyaan” yang sangat mendasar, terutama dari perwakilan pelajar SMA 1 Padang dan para Bundo Kanduang.

Perwakilan pelajar SMA 1 Padang menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai bagaimana cara menghadapi pengaruh lingkungan pergaulan, bagaimana seorang pelajar harus bersikap ketika melihat indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar, serta bagaimana cara menolak ajakan teman yang berpotensi menjerumuskan kepada penyalahgunaan narkotika.

Pertanyaan para pelajar tersebut menunjukkan adanya kepedulian dan keinginan generasi muda untuk memperoleh pemahaman yang benar mengenai bahaya narkotika serta bagaimana mengambil sikap ketika menghadapi persoalan tersebut di lingkungan mereka.

Sementara itu, para Bundo Kanduang juga aktif mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

Mereka mempertanyakan bagaimana orang tua dapat membangun komunikasi yang baik dengan anak, bagaimana memberikan pengawasan tanpa membuat anak merasa tertekan, serta bagaimana keluarga harus bersikap apabila mengetahui adanya anggota keluarga yang diduga mengalami persoalan penyalahgunaan narkotika.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mendapat perhatian serius dari para pemateri. Muzahar dan Firman Sikumbang memberikan penjelasan secara terbuka dan mudah dipahami, sekaligus mengajak seluruh peserta untuk tidak memandang persoalan narkotika sebagai persoalan yang hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum.

Dalam sesi dialog tersebut, Firman Sikumbang menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua dan keluarga agar tidak merasa malu atau takut ketika menghadapi persoalan penyalahgunaan narkotika.

“Narkotika bukanlah aib bagi keluarga, namun penyakit yang harus diobati,” tegas Firman.

Menurutnya, rasa malu dan takut justru jangan sampai membuat keluarga memilih diam dan menutup-nutupi persoalan. Sebaliknya, keluarga harus berani mencari pertolongan dan mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin.

Firman mengimbau para orang tua agar tidak ragu menginformasikan persoalan yang dihadapi kepada LAN atau langsung berkoordinasi dengan BNNP Sumatera Barat untuk mendapatkan informasi serta penanganan rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Para orang tua jangan ragu dan jangan takut. Kalau ada anggota keluarga yang membutuhkan pertolongan, segera informasikan kepada LAN atau langsung ke BNNP Sumatera Barat agar mendapatkan penanganan yang tepat, termasuk rehabilitasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, keluarga memiliki peranan penting dalam proses pemulihan. Dukungan, perhatian dan pendampingan keluarga sangat dibutuhkan agar seseorang yang mengalami persoalan penyalahgunaan narkotika dapat memperoleh bantuan dan kembali menjalani kehidupan secara lebih baik.

“Jangan tutupi persoalan karena takut dianggap aib. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana menyelamatkan keluarga dan masa depan generasi muda,” tambahnya.

Peran Bundo Kanduang dan Ninik Mamak

Keterlibatan Bundo Kanduang dan Ninik Mamak dalam kegiatan tersebut dinilai sangat strategis. Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, keluarga dan lingkungan adat memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Karena itu, nilai-nilai adat, agama dan budaya diharapkan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkotika.

Bundo Kanduang diharapkan dapat menjadi penguat ketahanan keluarga, terutama dalam memberikan perhatian dan pendidikan kepada generasi muda. Sementara Ninik Mamak memiliki peran penting dalam membangun kepedulian dan pengawasan sosial di tengah masyarakat.

Membangun Gerakan Bersama

Konsolidasi Akbar LAN Provinsi Sumatera Barat tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang dialog dan konsolidasi berbagai unsur masyarakat.

Antusiasme peserta dalam menyampaikan pertanyaan menunjukkan bahwa persoalan narkotika masih membutuhkan edukasi dan komunikasi yang terbuka, terutama bagi keluarga dan generasi muda.

LAN Sumatera Barat berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, BNNP Sumatera Barat, dunia pendidikan, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat, mahasiswa, pelajar dan seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan program P4GN.

Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan konsolidasi, tetapi diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan nyata di lingkungan keluarga, sekolah, kampus dan masyarakat.

Melalui Konsolidasi Akbar ini, LAN Sumatera Barat kembali menegaskan sikap bersama.

“KAMI TIDAK RELA RANAH MINANG DIJADIKAN DAERAH PEREDARAN GELAP NARKOTIKA.”

Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Ranah Minang mampu membangun benteng yang kuat untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. (tim)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments