POLDA SUMBAR " DUDUK BERSAMA" BAWASLU DAN KPU

Polda Sumbar "Duduk Bersama" Bawaslu dan KPU 


   PADANG, Pionir--Guna menyamakan persepsi dan bahas Indeks Kerawanan Pilkada (IKP) Serentak 2020, Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH bersama Wadir Reskrimum AKBP Mochtar Supandi Siregar kunjungi KPU dan Bawaslu, Kamis 12 Maret 2020. 

    Di Bawaslu Sumbar, Kapolda disambut Ketua Bawaslu Surya Efitrimen bersama anggotanya, sedangkan di KPU Sumbar disambut Ketua KPU Amnasmen dan anggota. Toni Harmanto mengatakan, Polda, Bawaslu dan KPU Sumbar ingin bersama-sama dalam melakukan kegiatan pelaksanaan pilkada nanti di Sumbar. 

    "Tujuan kami datang ingin melihat versi indeks kerawanan yang ada dari sisi yang berbeda dari kedua penyelenggara pemilu tersebut," kata Toni. 

   Toni mengatakan, kalau di Polri soal potensi kerawanan itu dimasukkan kedalam Indeks Potensi Kerawanan (IPK), sedangkan bagi Bawaslu dikenal dengan sebutan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). 

   Dikatakan, dari dua perspektif yang berbeda ini, Bawaslu Sumbar menempatkan Sumbar berada posisi tiga tingkat kerawanannya, sedangkan Polri menetapkan potensi kerawanan di Sumbar berada pada posisi lima. 

    Untuk itulah kata Toni menambahkan, guna mencari output yang baik dalam pencegahan potensi kerawanan itu maka kolaborasi Polri dengan Bawaslu sangat penting, terlebih dari sisi keamanannya. 
   Sementara itu Surya Efitrimen selaku Ketua Bawaslu Sumbar mengatakan, Bawaslu menyusun Indeks Kerawanan Pemilu berbasis dari 162 indikator kemudian 51 sub dimensi. 

   “Indikator yang kami pergunakan itu tentu berkaitan dengan kerawanan dari sisi pengumpulan data-data yang dilakukan Bawaslu termasuk ke daerah yang menjadi basis analisis IKP ini dikeluarkan,” katanya. 

    Dijelaskanya munculnya data IKP Bawaslu tersebut berasal dari data yang juga dikumpulkan dari pihak kepolisian dan juga KPU dan Bawaslu di kabupaten kota di Sumbar dan juga rekan-rekan media. 

   Berdasarkan data-data itu kata dia menambahkan, tim analisis Bawaslu RI menyusun IKP Pilkada serentak 2020 di Sumbar.

    Sedangkan Ketua KPU Sumbar Amnasmen mengatakan, tingkat kerawanan Pilgub Sumbar berada di daerah-daerah perbatasan antar provinsi. 

   Amnasmen berharap Pilkada di Sumbar mendatang bisa sukses tanpa adanya keributan, sehingga stabilitas daerah ini bisa terjaga. (Firman Sikumbang)
Labels:

Post a Comment

[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.