TELADAN HIDUP ITU DATANG DARI BRIPKA FRANS RAMEL

Teladan Hidup itu Datang dari Bripka Frans Ramel 

PAYAKUMBUH, Pionir—Sebagai seorang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) kelurahan Kota Panjang, kota Payakumbuh Bripka Frans Ramel tak sekedar hanya mengkomat-kamitkan kepeduliannya pada masyarakat. 

Namun ia telah memberi teladan bagi orang banyak. Buktinya, minggu lalu ia tak sekedar mensosialiasikan pentingnya penggunaan masker, tapi ia juga membagi-bagikan masker kepada warga yang didanainya sendiri. 

Bahkan sebelumnya pada hari Jum’at, 28 Februari 2020, Frans Ramel juga membelikan sepatu siswa berprestasi di bidang pencak silat SDN 37 yang sepatunya sudah robek dan mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah. 
Sepertinya personel Polsek Kota Payakumbuh ini berusaha menyelaraskan antara kata dan karya atau perbuatan. Tak mengherankan pula kata–kata yang diucapkannya berbuah dalam tindakan dalam keseharian. Bagi sebagian orang, tentu tidak mudah menyelaraskan antara tindakan dan omongan. Namun ini sepertinya tidak berlaku bagi Frans Ramel. Ini diakui Kasat Binmas Polres Payakumbuh AKP Hikmah kepada Pionir, Selasa 21 April 2020. 

Ia mengatakan, salah satu hal yang perlu ditiru dari Bripka Frans Ramel adalah,  ia membicarakan apa yang dilakukan dan melakukan apa yang dibicarakan. Maka kata AKP Hikmah menambahkan, tak mengherankan bila Bripka Frans Ramel dengan penuh kesadaran dan ketulusan menyisihkan penghasilannya untuk membeli masker lalu membagi-bagikan secara gratis kepada masyarakat. 

“Selama ini Frans Ramel memang dikenal sebagai Bhabinkamtibmas terbaik di Jajaran Polres Payakumbuh,” beber AKP Hikmah. 
Dikatakannya, dari analisa dan evaluasi (Anev) yang merupakan kegiatan rutin dilaksanakan oleh Polres Payakumbuh tiap minggu terhadap 78 orang Bhabinkamtibmas di jajaran Polres Payakumbuh, secara kualitas dan kuantitas Bripka Frans Ramel memang unggul dari puluhan Bhabinkamtibmas yang ada tersebut. 

Sementara itu Bripka Frans Ramel kepada Pionir, Selasa 21 April 2020 mengatakan, apa yang dilakukannya itu adalah hal yang biasa sebagai umat muslim. Sebab, katanya menambahkan, seorang muslim harus menyelaraskan antara kata dan perbuatan. 

“Kabura maqtan 'indallahi an taqulu ma la taf'alun, yang artinya: Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan,” kata Bripka Frans Ramel mengutip surat As-Shaff ayat 3. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.