TEKAN PENYEBARAN COVID-19 Semua Kalangan Berusaha Disiplin di Kota Pariaman

TEKAN PENYEBARAN COVID-19

Semua Kalangan Berusaha Disiplin di Kota Pariaman

PARIAMAN KOTA, Pionir—Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Non Alam dan Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pariaman bersama stakeholder terkait patut diberikan apresiasi luar biasa dan dapat dijadikan role model penanganan Covid-19 di Sumatera Barat, karena telah hampir 3 (tiga) bulan berturut-turut mempertahankan skor terbaik dalam penanganan Covid-19 di daerahnya dan selalu berada di zona kuning.

Dari data yang diperoleh Pionir berikut pembagian zonasi di 19 Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat sampai tanggal 3 Juli 2021 ada beberapa daerah berada di zona kuning atau risiko rendah (skor 2,41 – 3,0) yaitu Kota Pariaman (skor 2,67),  Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,58), Kabupaten Pasaman (skor 2,56), Kota Payakumbuh (skor 2,51), Kabupaten Sijunjung (skor 2,46), 

Menerima kenyataan ini Kapolres Pariaman  Kota AKBP Deny Rendra Lasmana, M.Psi kepada Pionir, Minggu (25/7) mengaku bangga dan bahagia. Ia pun mengajak semua lapiasan masyarakat untuk tetap patuh dan selalu menjalankan protokol kesehatan dimana pun berada.

Deny Rendra juga mengatakan saat ini Kota Pariaman berusaha keras meningkatkan persentase vaksinasi bagi petugas publik, lansia dan masyarakat. Setiap hari selalu ada tempat-tempat yang ditentukan untuk melakukan vaksinasi, baik di kantor-kantor dinas maupun di kantor kecamatan di Kota Pariaman.

Upaya yang dilakukan itu kata Deny Rendra membuat persentase vaksinasi Kota Pariaman sudah mencapai 40 persen lebih dari target sasaran 14.566. 

“Kesadaran masyarakat untuk vaksin pun sudah mulai meningkat. Sudah ratusan masyarakat biasa yang ikut vaksin," katanya.

Deny Rendra mengatakan, jajaran Polres  Pariaman Kota terus mengajak masyarakat untuk datang ke tempat-tempat posko vaksinasi yang telah ditetapkan maupun datang langsung ke puskesmas terdekat dengan hanya membawa KTP.

Selain itu kata Deny Rendra menambahkan, guna memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Kota Pariaman hampir setiap hari melaksanakan patroli skala besar gabungan Polri, TNI, Satpol PP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah hukum Polres Pariaman Kota

Ia pun mencontohkan, pada Sabtu malam (24/7) sekitar jam 21.30 WIB sebanyak 20 orang personel Polri, 8 orang anggota Kodim 0308/Pariaman, 8 orang anggota Satpol PP dan 8 orang anggota BPBD melakukan patroli di sepanjang jalan protokol di Kota Pariaman, seperti jalan Imam Bonjol, Diponegoro, WR.Supratman, Siti Manggopoh,jalan Soekarno Hatta dan lainnya.

Pada malam itu tim gabungan juga menyusuri kawasan Simpang Lapai sampai Simpang Jati, Simpang Pabrik Es sampai Simpang Taratak, Simpang Taratak sampai Ujung Batung, Simpang Ujung Batung sampai Simpang Marabau, Simpang Marabau sampai Kampung Apar, Simpang Ujung Batung sampai Simpang Cimparuh Dalam dan lainnya.

AKBP Deny Rendra mengakui dari patroli yang dilakukan masih ditemukan beberapa masyarakat terutama pedagang, pembeli, dan masyarakat sekitar yang tidak menggunakan masker, sehingga petugas memberikan masker, akan tetapi tetap diberi sanksi yaitu yang bersangkutan memegang papan bertuliskan “saya malu karena tidak makai masker”, dengan catatan selanjutnya berjanji untuk menggunakan masker dan ada sebagian masyarakat yang berkendaraan motor yang tidak menggunakan masker diminta putar arah kembali.

“Selain itu, petugas gabungan juga mengimbau dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19 guna memutus mata rantai Covid-19 dengan menggunakan alat pengeras suara,” terang Deny Rendra.

Saat itu kata Deny menambahkan, petugas tak lupa memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sudah menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah dan mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai Covid-19.

Kapolres Kota Pariaman ini berharap melalui berbagai upaya yang dilakukan semua pihak dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerahnya itu, semoga Kota Pariaman ini menjadi rujukan bagi daerah lain untuk belajar bagaimana penanganan Covid-19 di daerahnya, dan mau melakukan kaji tiru tentang penanganan Covid di Kota Pariaman. (firman sikumbang)


Post a Comment

0 Comments