ANIMO MASYARAKAT BUKITTINGGI CUKUP TINGGI Capaian Vaksinasinya Lebih Tinggi dari Nasional

ANIMO MASYARAKAT BUKITTINGGI CUKUP TINGGI

Capaian Vaksinasinya Lebih Tinggi dari Nasional

Bukittinggi, Pionir—Fakta membuktikan bahwa animo masyarakat di Kota Bukittinggi untuk melakukan vaksinasi cukup tinggi. Tak mengherankan bila pemerintah daerah itu mengklaim capaian vaksinasinya lebih tinggi dari nasional.

Meski begitu Kapolres Bukittinggi, Polda Sumatera Barat (Sumbar) AKBP Dody Prawiranegara, SH, SIK, MH bersama Forkopimda bertekad akan terus mengebut program vaksinasi agar terciptanya herd immunity di kota wisata tersebut.

“Untuk mendapatkan hal ini, setidaknya 70 persen dari total populasi harus mendapatkan vaksin. Kita terus menggenjot vaksinasi, kekinian sedang berlangsung vaksin bagi pelajar,” kata Dody Prawiranegara.

Dicontohkan Dody kegiatan Vaksinasi Merdeka di Masjid Jamik Tigo Baleh Bukittinggi, yang dilaksanakan selama dua hari, yang dimulai semenjak hari Senin (6/9/2021) hingga Selasa.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres dan Forkompimda menyapa langsung masyarakat dan pelajar yang melaksanakan vaksinasi merdeka di rumah Ibadah Mesjid Jamik tersebut. 

Dody mengatakan, Vaksinasi Merdeka ini merupakan strategi yang dilakukan TNI - Polri terkait dengan akselerasi atau percepatan terciptanya kekebalan komunal. 

"Vaksinasi Merdeka yang kita lakukan itu juga melibatkan rumah ibadah Masjid Jamik Tigo Baleh Bukittinggi, dengan sasaran masyarakat umum, lansia, jamaah, santri, dan pelajar,” kata Dodi pada Pionir, Rabu (8/9/2021).

Selain vaksinasi kata dia menambahkan, Polres Bukittinggi juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) dari Kapolres Bukittinggi, kepada warga yang paling terdampak perekonomiannya akibat Pandemi Covid-19. 

Dody menekankan, TNI, Polri bakal terus menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan vaksinasi 100 persen di lingkungan masyarakat hingga dosis kedua. 

Menurutnya, hal itu merupakan wujud implementasi dari langkah-langkah dan kebijakan extraordinary yang diambil oleh pemerintah demi keselamatan masyarakat sebagaimana asas Salus Populi Suprema Lex Esto.

"Untuk menahan laju penyebaran Covid-19, Polri terus berupaya melakukan akselerasi vaksinasi nasional melalui berbagai macam strategi vaksinasi termasuk strategi vaksinasi dengan melibatkan komunitas-komunitas seperti yang kami lakukan saat ini," tutur Kapolres. 

Dalam kesempatan ini, Dody menjelaskan, Vaksinasi Merdeka yang merangkul tokoh-tokoh agama dan santri diharapkan dapat membangun keyakinan kepada keluarga, tetangga, teman-teman, dan komunitas di lingkungannya. Sehingga masyarakat tidak ragu-ragu dalam mengikuti program vaksinasi.

"Selain itu, pelaksanaan program vaksinasi di rumah ibadah juga bertujuan untuk revitalisasi  rumah ibadah sebagai fungsi sosial. Rumah ibadah pada hakekatnya memiliki fungsi membimbing perilaku jamaahnya dalam tatanan kehidupan sosial termasuk dalam pencegahan penularan Covid-19," ucap Dody.

Lebih dalam, Dody juga memaparkan bahwa tingginya tingkat capaian vaksinasi merupakan modal dasar dalam hidup berdampingan dengan Covid-19, yaitu bagaimana perekonomian dapat tumbuh, namun Covid-19 tidak kembali melonjak. 

"Tentunya hal ini disertai dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Dengan demikian, tujuan Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045 dapat terwujud," ujar Dody.

Dody pun tak lupa bersyukur melihat animo para pelajar yang berusia antara 12 hingga 17 tahun begitu tinggi untuk mengikuti vaksinasi. Hal ini terbukti dari sekitar 12.518 orang pelajar yang ada, dalam satu minggu saja yang sudah divaksin mencapai 7.910 orang.

Dikatakannya, sejak program vaksinasi tersebut dilaksanakan, belum diterima informasi tentang kejadian yang memberatkan masyarakat atau terutama pada siswa-siswi sekolah pasca divaksin Covid-19.

Ia pun berharap partisipasi masyarakat untuk ikut vaksinasi Covid-19 yang dapat menciptakan herd immunity di Kota Bukittinggi sehingga aktivitas masyarakat yang bergerak di sektor ekonomi, pendidikan, pariwisata berjalan normal. ( Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments