Ditpolairud Polda Sumbar Emban Tugas di Laut Luas

Ditpolairud Polda Sumbar Emban Tugas di Laut Luas

Padang, Pionir--Sebagai komandan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar), Komisaris Besar (Kombes) Pol Sahat Marisi Hasibuan SIK, MH mengetahui betul bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan total luas wilayah laut sekitar 3,25 juta kilometer persegi.

“Negara kita memiliki luas wilayah lautan yang lebih besar daripada daratannya. Dari total wilayah Indonesia 7,81 juta kilometer persegi, luas lautannya mencapai 3,25 juta kilometer persegi dari keseluruhan wilayah Indonesia,” kata Kombes Sahat Marisi Hasibuan didampingi AKBP Febrialta, SH, Kabagbinopsnal Ditpolairud, Senin (6/9/2021). 

Sumbar sendiri kata Sahat Marisi Hasibuan, memiliki wilayah Pesisir di tujuh kabupaten dan kota, yaitu Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang dan Pesisir Selatan dengan luas laut sekitar 37.363,75 kilometer persegi dan panjang garis pantai 1973,24 Km. 

Masing-masing kabupaten dan kota yang memiliki wilayah perairan itu juga didukung dengan pelabuhan yang berfungsi sebagai salah satu penggerak roda perekonomian daerah bersangkutan dan menjadi fasilitas untuk memudahkan distribusi hasil-hasil produksi dari masing-masing daerah.

Sementara pelabuhan yang terbesarnya berada Kota Padang dengan nama pelabuhan Teluk Bayur yang dibangun semenjak zaman kolonial Belanda. Pelabuhan yang berfungsi sebagai pintu gerbang antar pulau serta pintu gerbang arus keluar masuk barang ekspor-impor dari dan ke Sumbar ini sempat mengalami masa kejayaan, bahkan oleh seorang seniman dituangkan dalam bentuk lagu berjudul Teluk Bayur.

“Seluruh wilayah perairan yang ada di Sumatera Barat itu menjadi tanggung jawab Satpolairud untuk mengamankannya,” katanya.

Sahat Marisi Hasibuan mengatakan, untuk menjamin keamanan dan melakukan penegakan hukum di wilayah perairan Provinsi Sumatra Barat, Ditpolairud Polda Sumbar dilengkapi sarana prasarana pendukung berupa 12 kapal ukuran besar hingga ukuran kecil, seperti kapal C1 ukuran besar sebanyak dua kapal, C2 ukuran sedang sebanyak enam kapal, dan C3 ukuran kecil sebanyak empat kapal yang difungsikan melakukan patroli laut.

Dikatakannya, belasan kapal yang ada itu dikerahkan untuk melakukan patroli rutin dalam hal pengawasan perairan. Apalagi, Sumbar merupakan provinsi yang memiliki wilayah perairan yang cukup luas.

Dalam melakukan patroli itu Sahat Marisi Hasibuan mengakui bahwa anggotanya menemukan  beberapa pelanggaran hukum di laut, seperti kasus kasus pecurian terumbu karang dan nelayan yang menggunakan alat tangkap yang tidak diperbolehkan seperti pukat harimau. 

Namun ia mengakui bahwa pencurian ikan oleh pihak asing belum ada temuan. Namun, kata dia menambahkan, sejauh ini kondisi kamtibmas di wilayah pesisir pantai Sumatera Barat masih sangat kondusif.

Dalam melakukan patroli kata dia, personelnya dibagi menjadi beberapa wilayah yang setiap hari dilaksanakan. “Sebenarnya kita masih membutuhkan kapal yang berukuran besar untuk berpatroli, minimal satu kapal lagi tambahannya, terutama patroli ke wilayah Kepulauan Mentawai,” ungkap Kombes Sahat mengakui.

Ia pun menjelaskan bahwa kebutuhan kapal besar tersebut untuk memudahkan personel Ditpolairud Polda Sumbar dalam berpatroli, serta mempersingkat waktu. Selain itu, juga dapat digunakan untuk membawa personel yang lebih banyak.

“Ukuran kapal besar itu minimal 16 meter, dengan kecepatan 15 knot, satu  1 jam menempuh jarak 15 mil. Artinya, lebih cepat dibandingkan kapal kecil. Meski masih butuh kapal besar, sarana prasarana yang kita miliki sekarang masih bisa kita maksimalkan dalam menjaga keamanan perairan Sumbar,” ujarnya menjelaskan. (Firman Sikumbang)


Post a Comment

0 Comments