Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara Bangun “Jembatan Hati” dengan Perantau

Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara Bangun “Jembatan Hati” dengan Perantau

Bukittinggi, Pionir—Hampir semua orang di tanah air ini mengetahui bahwa tradisi merantau bagi etnik Minangkabau sudah “mendarah daging” di tengah-tengah masyarakat. Bahkan masyarakat Minangkabau juga terkenal sebagai perantau-perantau yang tangguh dan ulet, tersebar mulai dari ujung pulau Sumatera hingga ke Papua. Di luar negeri juga tak terhitung jumlahnya. Pekerjaan yang mereka geluti juga beragam, mulai dari wiraswasta, pengusaha, hingga pejabat tinggi.

Yang menjadi luar biasa mana kala tradisi merantau itu juga dibarengi pula dengan rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap kampung halaman, seperti ungkapan peribahasa “satinggi-tinggi tabang bangau, pulangnyo ka kubangan juo” (sejauh-jauhnya orang pergi merantau, pulangnya ke kampung halaman juga)

Artinya peribahasa itu menunjukan seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dengan tradisi merantau, adalah tradisi pulang kampung. 

Inilah yang diperlihatkan oleh salah seorang perantau Minangkabau yang merantau di Bandung, Jawa Barat asal Guguak Tinggi Tabek Sarojo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten  Agam.

Pada Selasa 22 September 2021 perantau Minang yang dikenal dengan nama H. Suarlis itu telah menununjukan kepeduliannya terhadap kampung halaman di masa pandemi Covid-19, dengan memberikan bantuan, yang diserahkan di Gedung Madrasah Diniyah Kulliyatul Mu’alimin (MDKM) Jorong Guguk Tinggi Nagari Guguk Tabek Sarojo Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam.

Menurut Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara, melalui Kapolsek  IV Koto Iptu Dedi Kurnia melihat “keterpautan hati” para perantau dengan kampung halaman begitu tinggi, maka Kapolres Bukittinggi berupaya membangun “jembatan hati” dengan perantau.

“Bapak Kapolres selama ini memang berupaya melakukan komunikasi dan bersinergi dengan para perantau yang ada di Kecamatan IV Koto ini dalam mendukung pelaksanaan vaksin di Gerai Vaksin Presisi ini. Buktinya saat ini salah seorang perantau yaitu bapak H. Suarlis yang selama ini maratau di Bandung, hadir di Gerai Vaksin Polresta Bukittinggi,” ujar Iptu Dedi Kurnia.

Dikatakan Dedi, kehadiran H. Suarlis adalah bentuk kepeduliannya ke kampung halamannya di saat-saat masyarakat merasa kesulitan oleh karena pandemi Covid-19, dan memberi bantuan kepada masyarakat yang hadir saat mengikuti vaksin.

Sementara itu, Suarlis kepada Pionir mengtakan, bantuan yang diberikannya tersebut adalah atas kerjasamanya dengan Polri yaitu Polsek IV Koto, dan bantuan tersebut diberikannya kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 yang pada saat pemberian bantuan adalah saat masyarakat Jorong Guguk Tinggi Nagari Guguk Tabek Sarojo sedang melaksanakan vaksinasi di Gerai Vaksin Presisi Polres Bukittinggi.

Dikatakan, bantuan tersebut sebanyak 50 paket beras isi 5 kg. “Semoga melalui bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, serta diridhoi oleh Allah SWT,” kata Suarlis.

Sementara itu AKBP Dody Prawiranegara di tempat terpisah kepada Pionir mengatakan, pernah memuji kebiasaan para perantau Minangkabau yang peduli dengan kampung halaman.

“Bukan rahasia lagi, sudah menjadi kebiasaan umum, meski masyarakat Minang merantau jauh ke belahan dunia manapun, namun ia tetap rindu dengan kampung halamannya. Rasa cinta terhadap kampung halaman dan sanak saudara di kampung tetap melekat di hati mereka,” ujar Dody Prawiranegara.

Karena itu kata Dody menambahkan, setiap tahun dari dulu hingga kini ia selalu saja mendengar ada acara pulang basamo yang dilakukan para perantau untuk menjenguk dan melepaskan kerinduannya ke kampung halaman masing-masing. 

“Keindahan alam Minangkabau dan kulinernya yang enak dan spesifik, memang sangat mendukung agar perantau melepaskan kejenuhannya di rantau dan melepas kerinduan akan kampungnya,” ujar Dody.

Ia pun mengatakan, satu fakta lagi yang tidak bisa dipungkiri adalah bahwa banyak perantau Minangkabau yang berhasil berkarir di rantau. Hal ini merupakan buah dari keuletan dan kegigihan mereka di rantau. Selain itu umumnya mereka berpantang pulang kampung jika belum sukses di rantau. Karena itu umumnya perantau selalu membawa oleh-oleh untuk kampungnya.

Terakhir AKBP Dody Prawiranegara tak lupa mengucapkan terima kasih pada H. Suarlis yang merupakan perantau Minangkabau yang merantau di Bandung, Jawa Barat asal Guguak Tinggi Tabek Sarojo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments