Personel Dalmas Dibekali Beladiri Polri

 Personel Dalmas Dibekali Beladiri Polri

Padang, Pionir¬—Pada selasa malam itu sekitar 115 orang personel Dalmas Direktorat Samapta Polda Sumbar terlihat antusias untuk belatih Beladiri Polri halaman barak Dalmas. 

Sementara  AKP Edi Yunasri dan para Komandan Kompi Dalmas selaku instruktur beladiri terlihat serius menyampaikan materi latihan.

Pada malam itu Edi Yunasri memberikan bahan ajar membahas materi teknik jatuh belakang dari sikap tidur, teknik jatuh belakang dari sikap duduk, teknik jatuh belakang dari sikap jongkok, teknik jatuh belakang dari sikap berdiri, teknik jatuh samping kiri/kanan dari sikap tidur, teknik jatuh samping kiri/kanan dari sikap duduk.

Tak hanya itu, Edi Yunasri juga membahas teknik jatuh samping kiri/kanan dari siap jongkok, teknik jatuh samping kiri/kanan dari sikap berdiri, teknik jatuh samping kiri/kanan, teknik jatuh depan dari sikap berlutut, teknik jatuh depan dari sikap jongkok, teknik jatuh depan dari sikap berdiri. 

“Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik terampil menerapkan teknik jatuhan.Terampil menerapkan teknik jatuhan, ini menjadi indikator hasil belajar,” kata Edi Yunasri pada Pionir.

Dikatakannya, untuk memberikan keterampilan pendukung dalam pelaksanaan tugas, institusi Polri telah mengembangkan suatu keterampilan beladiri yang dikenal dengan ”Beladiri  Polri”.  

Untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan keterampilan beladiri pada setiap anggota Polri khususnya personel Dalmas kata Edi Yunasri menjelaskan, maka mereka diajarkan mengenai dasar-dasar Beladiri Polri, sikap dasar Beladiri Polri, teknik dasar pukulan, teknik  dasar tangkisan, teknik dasar tendangan, teknik dasar pegangan, teknik beladiri tanpa alat, teknik Beladiri Polri tanpa alat menghadapi lawan menggunakan alat, teknik Beladiri Polri  dengan alat menghadapi lawan menggunakan alat. 

“Sesuai dengan maknanya, Beladiri Polri adalah kemampuan anggota Polri mempertahankan diri dan atau orang lain terhadap serangan pihak lain dengan menggunakan tehnik-tehnik menghindar, menangkis dan bila perlu menyerang balik, baik dengan tangan kosong maupun  dengan alat untuk melumpuhkan lawan guna melindungi, mengayomi dan melayani  masyarakat serta menegakkan hukum dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia,” ungkap Edi Yunasri.

Dikatakannya, penguasaan Beladiri Polri tersebut bertujuan untuk melumpuhkan bukanlah untuk mematikan atau menghancurkan. 

“Selain daripada itu Beladiri Polri digunakan untuk mengamankan tersangka dengan  berpedoman pada azas praduga tak bersalah dan hak asasi manusia, sehingga dengan menguasai tehnik-tehnik Beladiri Polri sehingga setiap anggota Polri mempunyai rasa percaya diri yang tinggi dan masyarakat dapat merasakan perlindungan, pengayoman dan  pelayanan serta penegakan hukum dari anggota Polri sehingga terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat,” terang Edi Yunasri. (Firman Sikumbang)


Post a Comment

0 Comments