POLRES PARIAMAN SIAP BEKERJA KERAS Vaksinasi Terhadap 9.622 Pelajar Segera Dirampungkan

POLRES PARIAMAN SIAP BEKERJA KERAS

Vaksinasi Terhadap 9.622 Pelajar Segera Dirampungkan

Pariaman Kota, Pionir—Pemerintah pusat sampai ke daerah di seluruh Indonesia sampai hari terus menggencarkan vaksinasi kepada masyarakat, baik pelajar maupun orang tua, dengan dukungan ketersedian vaaksin mencapai 190 juta dosis, baik dalam bentuk bulk atau bahan baku maupun vaksin jadi.

Bahkan, seperti diketahui pada bulan Agustus 2021 lalu Indonesia kembali kedatangan vaksin Covid-19 dengan sejumlah 5.000.000 dosis produksi Sinovac dalam bentuk jadi.

Berbarengan dengan itu Polri bersama TNI telah pula mendapatkan amanat langsung dari Presiden Joko Widodo untuk mendukung program penanganan Covid-19, termasuk program vaksinasi nasional. 

Salah satu perwujudannya, di Kota Pariaman misalnya, Polres Pariaman, Polda Sumatera Barat telah melaksanakan vaksinasi melalui fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas dan fasilitas lainnya.

Tak hanya itu, kata Kapolres Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksamana, pihaknya juga melakukan serbuan vaksinasi ke sekolah, melaksanakan vaksinasi mobile dan lainnya.

Deny mengatakan, dengan gencarnya melakukan vaksinasi Covid-19, akan semakin banyak masyarakat yang telah divaksin, sehingga dapat memenuhi herd immunity untuk Kota Pariaman.

"Dengan divaksin, maka produktivitas kita akan meningkat, sehingga kita dapat melaksanakan berbagai kegiatan dengan rasa aman dan tenang," kata dia.

Dikatakannya, vaksin yang disuntikan ke dalam tubuh kita akan membentuk kekebalan tubuh, di mana setelah tubuh kebal, maka akan menjadi perisai apabila kita terserang virus, khusus nya virus Covid 19, karena itu pihaknya mengimbau masyarakat tidak takut untuk divaksin.

"Saya sendiri sudah divaksin, alhamdulillah sudah dua kali malahan, dan membuat saya semakin produktif dan tubuh menjadi lebih sehat, dan saya merasa percaya diri untuk terus beraktivitas, karena setelah divaksin, membuat saya nyaman," ujar Deny Rendra.

Terus menggempur

Memasuki bulan Agustus 2021 kemarin, kata Kapolres Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksamana, pihaknya semakin mempercepat dan memperluas program vaksinasi, sesuai dengan program.

"Itu artinya dari target atau sasaran vaksinasi kita harus bisa membangun herd immunity atau kekebalan kelompok sekitar 25 persen," ujarnya.

Deny Rendra mengatakan, ia juga tak lupa mengingatkan bahwa selain vaksinasi, yang tidak boleh dilupakan adalah disiplin pada protokol kesehatan dengan menjalankan protokol kesehatan, terutama memakai masker dan mematuhi aturan pembatasan mobilitas yang ditetapkan pemerintah. 

Ia mengaku yakin bangsa ini akan merdeka dari pandemi Covid-19. “Semua bisa dilakukan, jika segenap bangsa Indonesia bersatu, berusaha dan berjuang bersama-sama, bergotong royong menangani pandemi Covid-19 ini. Semoga kita semua sehat, dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Salam sehat," kata Deny.

Oleh sebab itu Kapolres Pariaman ini memastikan pihaknya siap mendukung percepatan vaksinasi melalui serbuan vaksinasi di wilayah hukumnya. 

Bahkan kata dia pemerintah daerah setempat telah menargetkan agar 9.622 usia 12 hingga 17 tahun akan divaksin Covid-19. 

“Kegiatan vaksinasi tersebut sudah dimulai semenjak tanggal 6 September 2021, terdiri dari 6 SMA, 5 SMK, dan 12 SMP se-Kota Pariaman,” ujar Deny Rendra.   

Dikatakannya, saat ini sebanyak 2.035 orang pelajar dari SMA dan SMK Pariaman sudah divaksin mulai dari Senin kemarin. 

Deny menyebutkan, dalam waktu dekat vaksinasi pelajar tingkat SLTA dan SMK sudah selesai, dan berikutnya pihaknya akan turun memberikan vaksinasi kepada pelajar SLTP yang ada di Kota Pariaman.

“Kami berharap masyarakat bisa memahami pentingnya vaksinasi ini untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Jadi satu-satunya cara adalah dengan melakukan vaksin agar terbentuk imun kelompok atau herd immunity, dengan terbentuknya imun kelompok makanya virus akan menjadi lemah,” katanya.

Deny berpesan pada anak-anak yang sudah divaksin, kalau bisa jangan melakukan pekerjaan atau tugas yang berat dan begadang, karena proses vaksin dalam tubuhnya sedang bekerja dan daya tahan tubuh masing-masing anak berbeda-beda.

“Apapun imunisasi dan vaksin yang diberikan reaksinya akan berbeda-beda tergantung imun tubuh masing-masing. Jika ada reaksi setelah vaksin, reaksi tersebut akan hilang dalam jangka waktu dua atau tiga hari. Jika reaksinya cukup berat, mereka bisa berobat di rumah sakit rujukan yang telah disediakan yaitu RS Sadikin dan RSUD Pariaman, dengan biaya ditanggung oleh pemerintah,” ujar Deny Rendra. (Firman Sikumbang)


Post a Comment

0 Comments