Dorongan Tanggung Jawab Antarkan Tirto Edhi ke Sinakak

Dorongan Tanggung Jawab Antarkan Tirto Edhi ke Sinakak


Mentawai, Pionir—Kalaulah bukan lantaran dorongan tanggung jawab pengabdian yang begitu tinggi dan teruji, mustahil rombongan dari Polsek Sikakap, Polres Kepulauan Mentawai, Polda Sumatera Barat (Sumbar) mau bersusah-susah menempuh perjalanan panjang dan melelahkan untuk memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat di Desa Sinakak, Kecamatan Pagai Selatan.

Seperti diketahui, untuk menuju Kecamatan Pagai Selatan ini harus menggunakan kapal pompong maupun boat, selanjutnya menyambung perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua, dengan medan yang menantang dan berbahaya serta jalan yang licin penuh lumpur.

Pagai Selatan memiliki beberapa jenis tanah yang didominasi oleh jenis tanah latosol, pedsolik dan aluvial. Tanah latosol merupakan jenis tanah yang paling mendominasi di daerah ini. Tanah ini berada di dataran yang bergelombang hingga pegunungan, bertekstur lemah hingga gempal lemah dengan konsistensi gembur. 

Kondisi ini semakin terasa “mencekam” manakala daerah i Pagai Selatan ini belum seberapa banyak yang dialiri listrik PLN. Dari temuan wartawan Pionir, hanya di Dusun Berkat dan Sieai yang secara administratif masih termasuk ke dalam Desa Sikakap yang baru dialiri listrik. Kendati begitu, pada tahun 2017 lalu beberapa dusun di Pagai Selatan ini pernah mendapat bantuan Listrik Tenaga Surya dari Kementerian ESDM.

Fakta lain yang mengiringi perjalanan rombongan dari Polsek Sikakap yang dipimpin Kapolsek AKP Tirto Edhi ini adalah angin yang kerap betiup kencang yang diiringi tingginya gelombang laut. Data dari BMG stasiun Tabing menunjukan bahwa kecepatan angin rata-rata pertahun sebesar 16,68 knot dan kecepatan angin maksimum pertahun berkisar antara 40 knot. Musim badai sering terjadi terutama pada bulan Agustus hingga November hampir setiap tahun.

Fakta ini membuktikan bahwa perjalanan yang dilakukan rombongan Polsek Sikakap dibawah pimpinan AKP Tirto Edhi pada Rabu 29 September 2021 tersebut adalah di saat musim badai memasuki “hitungannya”.

Kata Tirto Edhi yang dihubungi Pionir Sabtu sore, 2 Oktober 2021, awalnya gerai vaksin itu akan dilaksanakan di Puskesmas Bulasat. Namun mengingat akan banyak warga kurang mampu terkendala dengan jarak tempuh jalan darat yang rusak dan licin, untuk sampai ke Puskesmas Bulasat, maka kegiatan vaksinasi dipusatkan di Desa Sinakak, karena dinilai memiliki jarak yang cukup mendekati bagi masyarakat. 

"Karena warga tidak mampu akan cukup kesulitan mendatangi Gerai Vaksin jika dipusatkan di Puskesmas Bulasat, karena terkendala tranportasi dan biaya," kata Tirto Edhi.

Selain jarak tempuh jalan yang  cukup jauh sepanjang 20 km ke  Puskesmas Bulasat dari kantor Desa Sinakak, sebut AKP Tirto Edhi, kondisi itu akan semakin membuat kesulitan lagi bagi masyarakat yang berada di dusun-dusun yang paling ujung Pulau Pagai Selatan. 


"Masyarakat di Dusun Mabolak Selatan akan semakin sulit datang, karena harus menempuh jarak cukup jauh dengan menggunakan tranportasi laut atau naik boat untuk mendapatkan vaksin. Di sisi lain, jarak dari Polsek Sikakap ke Puskesmas Bulasat sejauh 40 Km, sebaliknya dari Puskesmas Bulasat sejauh 21 Km,” tukasnya. 

Oleh karena itu, sebut Tirto Edhi, pendirian Gerai Vaksin di Desa Sinakak lebih maksimal dalam upaya percepatan program vaksinasi, sekaligus memberikan kemudahan pelayanan vaksinasi bagi masyarakat. 

Kegiatan itu dilaksanakan oleh Polsek Sikakap bersama Koramil Sikakap serta Tim Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Bulasat yang dipimpin oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Erika Rumahorbo, S.Km. (Uk1/Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments