Melalui Sentuhan Rohani Para Tahanan Polres Pariaman Agar Dapat Mengintropeksi Diri

Melalui Sentuhan Rohani Para Tahanan Polres Pariaman Agar Dapat Mengintropeksi Diri

Pariaman Kota, Pionir--Minggu 22 Mai 2022 Kalapas Pariaman memberikan ceramah agama kepada tahanan yang sedang menjalani proses hukum di sel tahanan Polres tersebut. Kegiatan bimbingan rohani itu merupakan agenda rutin Sat Tahti Polres Pariaman untuk memberikan nasehat agama kepada para tahanan agar menjadikan mereka menjadi manusia yang lebih baik setelah menjalani proses hukuman.

"Kita berharap melalui sentuhan rohani ini dapat menjadikan mereka menjadi manusia yang lebih baik. Juga sebagai ajang intropeksi diri bagi mereka sehingga tidak melakukan perbuatan serupa di kemudian hari,” Ujar Kasat Tahti Polres Pariaman Iptu Lukman. SH pada Pionir.

Kita berharap setelah mereka selesai menjalani hukuman, para tahanan dapat merubah sikap dan perilakunya dari yang tidak baik menjadi baik. Agar kedepannya, mereka lebih berguna untuk masyarakat  dan bisa diterima kembali di tengah-tengah masyarakat dengan baik, ucapnya

Terkait kegiatan tausyiah atau Binrohtal ini, Iptu Lukman menjelaskan, ia sudah melaksanakan nya sejak tahun-tahun sebelumnya, bahkan sudah menjadi kegiatan rutin setiap bulannya, ujarnya 

Untuk kegiatan binrohtal kali ini, kita sengaja mendatangkan Kalapas Pariaman Effendi. AMd,I.P,S.H, MH untuk memberikan sentuhan rohani kepada mereka.

Pada kesempatan itu, Effendi memberikan tausyiah dengan tema "Cara beribadah menurut Sunnah Rasulullah." Dalam tausyiah tersebut ia  menyampaikan bahwa, Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT sebagai bentuk rahmat dan rasa kasih sayang, karunia, dan nikmat kepada makhluknya di seluruh alam semesta (rahmatan lil alamin). 

Rahmatan lil alamin ini kata Effendi menunjukkan bahwa kehadiran Rasulullah di tengah kehidupan masyarakat mewujudkan rasa kedamaian dan ketentraman bagi alam semesta dan manusia tanpa membedakan agama, suku, dan ras. 

Dikatakanya, Rasulullah menjadi rahmat bagi semesta, termasuk di dalamnya adalah  hewan, tumbuhan, dan lingkungan. Hal ini sesuai dengan apa yang terkandung dalam Al Quran, Surat Al Anbiya ayat 107, yaitu :

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعاٰلَمِينَ

Artinya: “Dan tiadalah kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam, katanya

Lanjut ia mengtakan, Istimewanya kehadiran Muhammad SAW adalah sebuah kesemestaan yang mengatasi waktu dan tempat, karena bukan saja membawa ajaran, tapi lebih jauh adalah rahmat yang dianugerahkan oleh Allah SWT.

Effendi menjelaskan terdapat empat sifat ketauladanan yang dimiliki Nabi Muhammad SAW yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu Siddik (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabliq (menyiarkan), dan Fathanah (cerdas). Sifat ini menjadi dasar kepribadian yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW yang menjadikannya figur utama dengan segala nilai kebaikan dan egaliter dalam bersosialisasi. 

"Kalau seandainya sifat dan ketauladanan yang dimiliki Nabi Muhammad SAW ini sudah kita teladani, maka kita akan jauh dari mara bahaya dan terhindar dari permasalahan hukum. Untuk itu kita berharap kepada para tahanan agar mengintropeksi diri dan kembali kejalan kebaikan," tuturnya ( Firman Sikumbang)





 

Post a Comment

0 Comments