Jaga Kesehatan Warga, Kapolsek Koto Baru Turunkan Personel Pantau Hewan Kurban

Jaga Kesehatan Warga, Kapolsek Koto Baru Turunkan Personel Pantau Hewan Kurban

Koto Baru, Pionir—Diakui atau tidak pelaksanaan ibadah qurban pada hari Raya Idul Adha 1443 Hijrian atau tahun tahun 2022 ini selain mengalami fase pemulihan Covid-19 juga mengalami wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mewabah pada ternak berkuku genap seperti ternak hewan qurban.  

Seperti diketahui, penyakit mulut dan kuku ini adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap/belah. 

Penyakit ini ditandai dengan adanya pembentukan vesikel/lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi, nostril, puting, dan di kulit sekitar kuku. 

PMK dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar akibat menurunnya produksi dan menjadi hambatan dalam perdagangan hewan dan produknya. Oleh karena itu pada Hari Raya Idul Adha tahun ini di era wabah PKM, pemerintah mengimbau konsumenyang berniat akan melaksanakan kurban, agar membeli dan memilih ternak terbaik untuk dikurbankan dengan mengikuti protocol Covid-19 dan memilih ternak yang sehat tidak terserang wabah PKM.

Agar masyarakat di wilayah hukum Polsek Koto Baru, Polres Dharmasraya, Polda Sumatera Barat (Sumbar) tetap aman dan sehat, Kapolsek Koto Baru Iptu Iin Cendri SH.MH menurunkan personel menjelang hari Raya Idul Adha guna melakukan pengecekan hewan korban terkait virus PMK di Nagari Sungai Langkok.

Bahkan kata Iin Cendri pengecekan hewan ternak terkait virus PMK itu masih terus dilaksanakan meski Hari Raya Idul Adha 1443 Hujriah telah usai.

Iin Cendri yang dihubungi Pionir pada Ragu sore 13 Juli 2022 pun mencontohkan kegiatan pengecekan hewan ternak terkait virus PMK yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Nagari Sungai Langkok, Bribka Eko Tuis Susilo pada Selasa pagi 12 Juli 2022.

Saat itu kata Iin Cendri, Bhabinkamtibmas Bribka Eko Tuis Susilo bersama warga Nagari Sungai Langkok melakukan pengecekan terhadap hewan ternak sapi mengantisipasi penyebaran virus PMK pada hewan ternak.

“Kegiatan tersebut bermaksud agar hewan ternak yang dipelihara oleh masyarakat tidak terdampak virus PMK dan memastikan kebutuhan daging di Nagari Sungai Langkok terpenuhi,” ujar Iin Cendri. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments