Kasat Binmas Polres Pariaman Ingatkan Warga Agar Jangan Jadi Penyebab Abrasi Pantai

Kasat Binmas Polres Pariaman Ingatkan Warga Agar Jangan Jadi Penyebab Abrasi Pantai

Pariaman Kota, Pionir—Mempedomani Undang-Undang No. 24 Tahun 2007, proses pengikisan pesisir pantai yang diakibatkan oleh gelombang dan arus laut yang merusak, dimana pemicunya adalah keseimbangan alam yang terganggu di wilayah hukumnya Kasat Binmas Polres Pariaman AKP Haryani Bahri SH sesuai perintah Kapolres Pariaman Kapolres Pariaman AKBP Abdul Aziz, SIK, pada Selasa siang 12 Juli 2022 melaksanakan silahtuhrahmi dengan penduduk pesisir pantai Pasir Baru Sungai Limau terkait abrasi pantai yang mengancam tempat tinggal bagi warga di pesisir pantai tersebut.

Kepada masyarakat setempat Haryani Bahri menjelaskan bahwa abrasi adalah suatu proses alam berupa pengikisan tanah pada daerah pesisir pantai yang diakibatkan oleh ombak dan arus laut yang sifatnya merusak, terkadang juga disebut dengan erosi pantai. 

Ia pun menjelaskan bahwa salah satu kerusakan garis pantai ini dapat dipicu karena terganggunya keseimbangan alam di daerah pantai tersebut. 

Akan tetapi kata dia menambahkan, meskipun pada umumnya abrasi diakibatkan oleh gejala alam, namun cukup banyak perilaku manusia yang juga ikut menjadi penyebab abrasi pantai. 

“Tentunya faktor alam yang menyebabkan abrasi ini tidak dapat dihindari, karena laut memiliki siklusnya tersendiri. Karena pada suatu periode tertentu angin akan bertiup sangat kencang sehingga menghasilkan gelombang dan arus laut yang besar pula yang dapat menyebabkan pengikisan pantai. Namun bila abrasi pantau itu disebabkan oleh ulah manusia, ini pasti bisa dicegah,” kata Haryani Bahri pada warga pesisir pantai Pasir Baru Sungai Limau tersebut.

Ia pun mencontohkan abrasi yang disebabkan oleh faktor manusia. “Ada beberapa perilaku manusia yang ikut menjadi penyebab terjadinya abrasi pantai. Salah satunya adanya ketidakseimbangan ekosistem laut dimana terjadi eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh manusia terhadap kekayaan sumber daya laut seperti ikan, terumbu karang dan biota lainnya,” katanya.

Akibatnya kata dia menambahkan, sehingga apabila terjadi arus atau gelombang besar maka akan langsung mengarah ke pantai yang dapat menimbulkan abrasi. 

Selain itu katanya, kegiatan penambangan pasir yang dilakukan oleh manusia secara besar-besaran juga menjadi faktor penyebab abrasi pantai. Hal itu berpengaruh secara langsung terhadap kecepatan dan arah air laut saat menghantam daerah pantai. Karena jika tidak membawa pasir maka kekuatan untuk menghantam pantai semakin besar.

“Untuk itu saya mengimbau penduduk pesisir pantai Pasir Baru Sungai Limau agar benar-benar memperhatikan hal tersebut. Jangan kita yang menjadi penyebab abrasi tersebut, yang akan mengancam nyawa kita sediri,” kata Haryani Bahri mengingatkan. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments