Bergabungnya Bima Govaroli dan Syafri Novel (Mak Ipin) Menambah Gezah, dan Menguatkan Barisan LAN
Padang, Pionir---Terkadang, sebuah pertemuan yang tampak biasa saja justru menyimpan manfaat yang luar biasa. Dalam kesederhanaannya, ia mampu menjelma menjadi ruang penting tempat gagasan dirajut, menentukan arah, dan memperkuat tekad. Pada momen seperti inilah, pembahasan tidak lagi sekadar percakapan biasa, melainkan penanda arah.
Pertemuan itu merekam salah satu simpul penting dalam perjalanan Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, menyatukan gagasan, figur, dan komitmen bersama untuk memperkuat barisan dalam menentukan strategi perang melawan narkotika di Ranah Minang.
Di balik suasana yang hangat dan bersahaja, tersimpan kesadaran kolektif bahwa perjuangan melawan narkotika membutuhkan lebih dari sekadar struktur dan program. Ia menuntut kebersamaan, keteladanan, serta keberanian untuk menyatukan langkah, demi menjaga masa depan generasi dan martabat masyarakat Sumatera Barat.
Bertempat di Hotel Kartika, Jalan A. Yani, Kota Padang, suasana pertemuan berlangsung hangat yang penuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Hadir dalam pertemuan itu Bima Govaroli, SH, Uda Kota Padang 2018, dan Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang.
Di tengah diskusi itu, tampak Dr. Harniaty Sikumbang, SH, LLM, Dewan Pembina LAN Provinsi Sumatera Barat yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM RI, memberi pandangan strategis tentang arah gerak Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat ke depan.
Bagi LAN Sumbar, kehadiran Bima Govaroli dan Syafri Novel bukan sekadar penambahan nama dalam struktur. Keduanya membawa modal sosial yang kuat, kedekatan dengan masyarakat, rekam jejak, serta kemampuan menjembatani pesan LAN dengan realitas di lapangan. Inilah yang oleh Harniaty Sikumbang disebut sebagai gezah, wibawa moral, daya pengaruh, dan kepercayaan publik.
“P4GN tidak cukup hanya dengan program dan struktur,” ujar Harniaty dalam pertemuan tersebut. “Ia membutuhkan figur-figur yang mampu berbicara dengan bahasa masyarakat, yang hadir di tengah mereka, dan menjadi teladan. Di situlah kekuatan gerakan sosial bekerja.” katanya.
Dalam konteks ancaman narkotika yang kian kompleks, pendekatan formal semata dinilai tidak lagi memadai. LAN Sumbar memandang perlunya sinergi lintas peran, tokoh muda, tokoh masyarakat, profesional, dan aktivis sosial, untuk memperluas jangkauan edukasi dan pencegahan.
Kehadiran Bima Govaroli, dengan citra kepemudaan dan popularitasnya, serta Syafri Novel yang dikenal dekat dengan akar masyarakat, diyakini akan memperkuat strategi tersebut.
Bincang- bincang hangat ini menangkap lebih dari sekadar pertemuan. Ia merekam kesadaran kolektif bahwa perang melawan narkotika adalah kerja panjang, yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
"LAN memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga generasi dari ancaman yang merusak masa depan generasi muda," ujar Harniaty.
Kata Harniaty, LAN Sumbar harus terus memantapkan diri sebagai lembaga yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan edukatif. Program P4GN diposisikan sebagai gerakan bersama, mengajak keluarga, pelajar, komunitas, dan tokoh publik untuk terlibat aktif.
Dalam kerangka inilah, kehadiran figur-figur dengan legitimasi sosial menjadi sangat krusial. Sebagaimana pepatah Minangkabau mengingatkan, “Bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakat.” Persatuan hanya akan kokoh jika dibangun di atas kesepahaman dan kepercayaan.
Melalui pertemuan ini adalah saksi dari ikhtiar itu, ikhtiar untuk menyatukan langkah, menguatkan barisan, dan membawa LAN Sumbar tampil lebih berwibawa di mata masyarakat.
Di tengah arus zaman yang bergerak cepat, LAN Sumbar memilih berjalan dengan keyakinan, bahwa perubahan besar selalu dimulai dari pertemuan-pertemuan kecil yang jujur, terbuka, dan penuh komitmen, tukasnya (boby)


0 Comments