Firman Sikumbang Menggalang Kekuatan Lawan Narkotika

iklan adsense

Firman Sikumbang Menggalang Kekuatan Lawan Narkotika


Padang, Pionir----Maraknya penyalahgunaan narkotika kini tak lagi menjadi isu pinggiran. Ia hadir di tengah rumah tangga, menyusup ke ruang-ruang pendidikan, dan perlahan menggerogoti sendi kehidupan sosial masyarakat. Dampaknya bukan hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga melahirkan persoalan hukum, kriminalitas, hingga disintegrasi sosial yang kian mengkhawatirkan.

Di tengah situasi tersebut, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, menegaskan bahwa perang melawan narkotika tidak bisa dilakukan secara seremonial atau parsial. Dibutuhkan keterlibatan kolektif seluruh elemen masyarakat, dimulai dari unit terkecil bernama keluarga.

“Narkotika ini tidak memilih korban. Anak siapa pun bisa terjerumus. Karena itu, pencegahan tidak boleh menunggu, harus dimulai sejak dini dari rumah sendiri,” tegas Firman Sikumbang saat berdiskusi bersama tokoh masyarakat Kota Padang.

Firman menyebut, selain menimbulkan ketergantungan, narkotika juga menjadi pintu masuk berbagai penyakit berat seperti kerusakan hati, gangguan jantung, hingga gangguan mental yang berkepanjangan. Lebih dari itu, narkoba kerap memicu tindak kriminal dan konflik sosial yang merusak masa depan generasi muda.

"Kalau kita hanya menyerahkan ini kepada aparat atau pemerintah, maka kita akan selalu tertinggal. Pencegahan narkotika adalah tanggung jawab moral bersama,” ujar Firman dengan nada serius namun penuh kepedulian.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana dialog santai yang berlangsung di Rumah Makan Talago Biru, Selasa, 27 Januari 2026. 

Meski dikemas dalam pertemuan informal, diskusi ini sarat dengan gagasan strategis tentang bagaimana masyarakat adat, pemuda, dan aparat dapat bersinergi dalam memerangi narkoba.

Turut hadir dalam pertemuan itu sejumlah tokoh penting Sumatera Barat, di antaranya Arsyd, atlet silat Sumatera Barat yang dikenal aktif dalam pembinaan generasi muda, Ketua Bakorkan, serta Ketua Suku Koto Kota Padang, Zubardi Datuak Angkat Dirajo, Ketua GNPK (Gerakan Nasional Pemberantas Korupsi) Sumatera Barat, Syiful Pong, serta Aiptu Kholid, personel Pamb Ovit Polda Sumatera Barat. 

Zubardi Datuak Angkat Dirajo menilai, narkoba bukan hanya ancaman kesehatan, tetapi juga ancaman terhadap nilai adat dan jati diri masyarakat Minangkabau.

“Kalau anak kemenakan sudah rusak oleh narkoba, maka rusak pula adat dan marwah kaum. Ini harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Senada dengan itu, Arsyd menekankan pentingnya pendekatan kepemudaan dan olahraga sebagai benteng awal pencegahan. “Anak-anak muda perlu ruang positif. Olahraga, seni, dan pembinaan karakter itu senjata ampuh melawan narkoba,” kata Arsyd.

Sementara itu, Aiptu Kholid menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. “Informasi dari masyarakat sangat menentukan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan,” ujarnya.

Bagi Firman Sikumbang, diskusi semacam ini menjadi bagian dari strategi LAN Sumatera Barat untuk membangun kesadaran kolektif. Ia percaya, perubahan besar selalu berawal dari percakapan kecil yang jujur dan terbuka. “Kalau tokoh adat, tokoh pemuda, aparat, dan masyarakat duduk satu meja, maka narkoba tidak akan punya ruang,” pungkas Firman.

Pertemuan di Talago Biru itu bukan sekadar silaturahmi, melainkan penegasan sikap, bahwa Sumatera Barat tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman narkotika. Dari meja makan, lahir komitmen bersama untuk menjaga generasi, adat, dan masa depan anak kamanakan, tukasnya (Boby)


iklan adsense

Post a Comment

0 Comments